BERITAFAJAR.co - Puluhan warga dari pulau Giliraja berserta tiga kepala desa mendatangi Gedung DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk memp...
BERITAFAJAR.co - Puluhan warga dari pulau Giliraja berserta tiga kepala desa mendatangi Gedung DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk mempertanyakan realisasi Pembangkit Listrik Tenaga Desel (PLTD) yang belum terealisasi.
Sejumlah warga ketika di gedung DPRD Sumenep, menilai janji realiasi PLTD untuk pulau Giliraja Kecamatan Giligenting, terkesan setengah hati. Bahkan, janji Rp 10 miliar namun faktanya hanya dianggarkan Rp 5,7 miliar.
Kepala Desa Jati, Pulau Gilirja, Kecamatan Giligenting, Abd. Rahen mengatakan, sebelumnya pemerintah Sumenep menjajikan dana sebesar Rp 10 miliar untuk realisasi PLTD di pulau Giliraja, namun ternyata hanya Rp 5,7 miliar.
”Kami merasa kecewa karena anggaran tersebut tidak sesuai dengan janji sebelumnya. Makanya, kami berharap kepada komisi II DPRD Sumenep untuk mengawal pembangunan PLTD," ujarnya.
Sementara, Ketua Komisi II DPRD Sumenep, AF Hariponto, berjajnji akan terus mengawal pembangunan PLTD Pulau Giliraja. Namun, dia meminta warga lebih bersabar karena anggaran yang disediakan oleh pemerintah terbatas, sedangkan jumlah sasaran tidak hanya di pulau Giliraja.
"Anggaran pembangunan Listrik sangat terbatas, karena anggaran tersebut tidak hanya di pulau Giriraja, melainkan kecamatan lain juga membutuhkan pembangunan listrik juga," pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Sejumlah warga ketika di gedung DPRD Sumenep, menilai janji realiasi PLTD untuk pulau Giliraja Kecamatan Giligenting, terkesan setengah hati. Bahkan, janji Rp 10 miliar namun faktanya hanya dianggarkan Rp 5,7 miliar.
Kepala Desa Jati, Pulau Gilirja, Kecamatan Giligenting, Abd. Rahen mengatakan, sebelumnya pemerintah Sumenep menjajikan dana sebesar Rp 10 miliar untuk realisasi PLTD di pulau Giliraja, namun ternyata hanya Rp 5,7 miliar.
”Kami merasa kecewa karena anggaran tersebut tidak sesuai dengan janji sebelumnya. Makanya, kami berharap kepada komisi II DPRD Sumenep untuk mengawal pembangunan PLTD," ujarnya.
Sementara, Ketua Komisi II DPRD Sumenep, AF Hariponto, berjajnji akan terus mengawal pembangunan PLTD Pulau Giliraja. Namun, dia meminta warga lebih bersabar karena anggaran yang disediakan oleh pemerintah terbatas, sedangkan jumlah sasaran tidak hanya di pulau Giliraja.
"Anggaran pembangunan Listrik sangat terbatas, karena anggaran tersebut tidak hanya di pulau Giriraja, melainkan kecamatan lain juga membutuhkan pembangunan listrik juga," pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR