BERITAFAJAR.co – Sedikitnya 500 jiwa dari 129 KK di Dusun Gunung, Desa Payudan Dungdang, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur...
BERITAFAJAR.co – Sedikitnya 500 jiwa dari 129 KK di Dusun Gunung, Desa Payudan Dungdang, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengeluh soal listrik. Alasannya, dalam satu minggu terakhir listrik di wilayah tersebut padam sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Salah satu warga, Hasbullah mengatakan, pemadaman listrik telah terjadi dalam satu minggu terakhir. Warga, kata dia, tidak mengetahui penyebab pemadaman listrik yang sampai satu minggu itu. Sebab, tidak ada pemberitahuan sama sekali terhadap masyarakat.
”Kami heran terhadap PLN, masak sampai satu minggu padam dan tidak ada pemberitahuan ada masalah apa. Kasihan masyarakat yang membutuhkan listrik tiap harinya. Bahkan, saat Idul Adha kemarin, listrik juga padam mas,” ujar salah satu warga, Hasbullah, Rabu (14/9/2016).
Sementara itu, Ketua Gugus Anti Korupsi Indonesia (Gaki) Sumenep, Moh Farid mengatakan, akan melakukan aksi besar-besar terhadap PLN Area Sumenep, jika listrik di wilayah tersebut tidak segera dihidupkan.
”Sekarang listrik menjadi kebutuhan vital masyarakat. Akibat listrik, ekonomi masyarakat menjadi terhenti, bahkan warga kesulitan untuk mendapatkan informasi. Mau mengalirkan air pun tidak bisa. Jika tidak segera dihidupkan, akan kami demo,” tandasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Salah satu warga, Hasbullah mengatakan, pemadaman listrik telah terjadi dalam satu minggu terakhir. Warga, kata dia, tidak mengetahui penyebab pemadaman listrik yang sampai satu minggu itu. Sebab, tidak ada pemberitahuan sama sekali terhadap masyarakat.
”Kami heran terhadap PLN, masak sampai satu minggu padam dan tidak ada pemberitahuan ada masalah apa. Kasihan masyarakat yang membutuhkan listrik tiap harinya. Bahkan, saat Idul Adha kemarin, listrik juga padam mas,” ujar salah satu warga, Hasbullah, Rabu (14/9/2016).
Sementara itu, Ketua Gugus Anti Korupsi Indonesia (Gaki) Sumenep, Moh Farid mengatakan, akan melakukan aksi besar-besar terhadap PLN Area Sumenep, jika listrik di wilayah tersebut tidak segera dihidupkan.
”Sekarang listrik menjadi kebutuhan vital masyarakat. Akibat listrik, ekonomi masyarakat menjadi terhenti, bahkan warga kesulitan untuk mendapatkan informasi. Mau mengalirkan air pun tidak bisa. Jika tidak segera dihidupkan, akan kami demo,” tandasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR