BERITAFAJAR.co – Salah satu kabupaten di ujung timur pulau Madura memiliki lebih dari 100 pulau. Namun, 42 pulau berpenghuni yang berada di...
BERITAFAJAR.co – Salah satu kabupaten di ujung timur pulau Madura memiliki lebih dari 100 pulau. Namun, 42 pulau berpenghuni yang berada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga saat ini belum meniknati aliran listrik.
Memang terkesan sangat lucu. Sebab, zaman modern ini, perkembangan teknologi yang begitu pesat, listrik memjadi tumpuan utama dalam menunjang kemajuan Daerah, namun Sumenep baru ada 6 dari 48 pulau berpenghuni yang teraliri listrik.
Kepala Kantor Energi Sumber Daya dan Energi (ESDM) Kabupaten Sumenep, Abd Kahir mengatakan, pembangunan listrik untuk lima dari enam pulau itu dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN), sedangkan untuk satu pulau lainnya dilakukan oleh Pemerintah Daerah.
”Semuanya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD),” katanya, Jumat (30/9/2016).
Mantan Kabag Humas dan Protokoler Setkab Sumenep itu mengatakan, salah satu faktor lambannya pembangunan kelistrikan di wilayah kepulauan disebabkan minimnya anggaran. Tahun ini anggaran untuk kelistrikan hanya sekitar Rp 4 miliar lebih.
Sementara, lanjutnya, anggaran yang dibutuhkan setiap pulau lumayan besar, salah satu yang dia sebut adalah biaya pembangunan listrik di Kecamatan/Pulau Raas diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 43 miliar.
“Kami tetap akan terus berupaya agar semua pulau bisa teraliri listrik,” janjinya.
Dikatakan, salah satu solusi yang akan dilakukan guna mempercepat pembangunan kelistrikan di sejumlah kepulauan, pemerintah daerah akan menggandeng Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Migas yang beroperasi di Sumenep, seperti di pulau Tonduk Raas yang sudah memiliki listrik.
Selain itu, tutur Kahir, Bupati Sumenep sudah menggas pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) untuk wilayah kepulauan. Bahkan bupati sudah membincang gagasan itu dengan Kementerian ESDM RI, meski masih butuh berbagai tahapan untuk mewujudkan ide tersebut.
“Kami tidak berdiri sendiri, ketersediaan anggaran dari timgar dan dukungan politis dari DPRD sebagai penentu kebijakan,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Memang terkesan sangat lucu. Sebab, zaman modern ini, perkembangan teknologi yang begitu pesat, listrik memjadi tumpuan utama dalam menunjang kemajuan Daerah, namun Sumenep baru ada 6 dari 48 pulau berpenghuni yang teraliri listrik.
Kepala Kantor Energi Sumber Daya dan Energi (ESDM) Kabupaten Sumenep, Abd Kahir mengatakan, pembangunan listrik untuk lima dari enam pulau itu dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN), sedangkan untuk satu pulau lainnya dilakukan oleh Pemerintah Daerah.
”Semuanya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD),” katanya, Jumat (30/9/2016).
Mantan Kabag Humas dan Protokoler Setkab Sumenep itu mengatakan, salah satu faktor lambannya pembangunan kelistrikan di wilayah kepulauan disebabkan minimnya anggaran. Tahun ini anggaran untuk kelistrikan hanya sekitar Rp 4 miliar lebih.
Sementara, lanjutnya, anggaran yang dibutuhkan setiap pulau lumayan besar, salah satu yang dia sebut adalah biaya pembangunan listrik di Kecamatan/Pulau Raas diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 43 miliar.
“Kami tetap akan terus berupaya agar semua pulau bisa teraliri listrik,” janjinya.
Dikatakan, salah satu solusi yang akan dilakukan guna mempercepat pembangunan kelistrikan di sejumlah kepulauan, pemerintah daerah akan menggandeng Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Migas yang beroperasi di Sumenep, seperti di pulau Tonduk Raas yang sudah memiliki listrik.
Selain itu, tutur Kahir, Bupati Sumenep sudah menggas pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) untuk wilayah kepulauan. Bahkan bupati sudah membincang gagasan itu dengan Kementerian ESDM RI, meski masih butuh berbagai tahapan untuk mewujudkan ide tersebut.
“Kami tidak berdiri sendiri, ketersediaan anggaran dari timgar dan dukungan politis dari DPRD sebagai penentu kebijakan,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR