BERITAFAJAR.co - Setelah menipu ratusan sarjana dengan mengatasnamakan Kemendesa RI menggelar diklat kilat Pendamping Desa Bodong, Lembaga ...
BERITAFAJAR.co - Setelah menipu ratusan sarjana dengan mengatasnamakan Kemendesa RI menggelar diklat kilat Pendamping Desa Bodong, Lembaga Penegak Demokrasi (LPD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini mulai menebar ancaman ke media karena telah memberitakan bahwa LPD itu bodong.
Sebelumnya, LPD Sumenep mencatut nama Kemendesa RI dan mengaku mitra dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menipu masyarakat Sumenep, dengan mengiming-imingi pendamping Desa demi meraup uang dari masyarakat Sumenep.
Moh. Arifin, yang mengaku Ketua DPW LDP Jawa Timur, menjelaskan bahwa pemberitaan di media itu telah mencoreng nama baik LPD.
"Tulisanmu telah mencoreng nama baik LPD, dan anda berhadapan dengan LPD yang anda fitnah secara publik" kata Arifin melalui pesan yang diterima wartawan di Sumenep.
Sebelumnya, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Taufik Madjid,S.Sos.,M.Si mengatakan, tidak pernah memberikan rekomendasi atau penugasan kepada siapapun untuk menyeleggarakan pelatihan pendamping profesional atau biasa disebut pendamping desa.
”Bahwa telah ada lembaga yang menyelenggarakan diklat kilat tenaga ahli dan pendamping desa se-Kabupaten Sumenep dengan mengatasnamakan Kemendesa PDTT, kami sampaikan hal itu tidak benar dan di luar tanggungjawab Kemendesa PDTT,”
”Upaya akan kami lakukan untuk memberikan kepastian penyelenggara atau pengelolaan pendamping profesional, dan sekaligus memberikan pelajaran kepada pihak lembaga dimaksud,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Sebelumnya, LPD Sumenep mencatut nama Kemendesa RI dan mengaku mitra dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menipu masyarakat Sumenep, dengan mengiming-imingi pendamping Desa demi meraup uang dari masyarakat Sumenep.
Moh. Arifin, yang mengaku Ketua DPW LDP Jawa Timur, menjelaskan bahwa pemberitaan di media itu telah mencoreng nama baik LPD.
"Tulisanmu telah mencoreng nama baik LPD, dan anda berhadapan dengan LPD yang anda fitnah secara publik" kata Arifin melalui pesan yang diterima wartawan di Sumenep.
Sebelumnya, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Taufik Madjid,S.Sos.,M.Si mengatakan, tidak pernah memberikan rekomendasi atau penugasan kepada siapapun untuk menyeleggarakan pelatihan pendamping profesional atau biasa disebut pendamping desa.
”Bahwa telah ada lembaga yang menyelenggarakan diklat kilat tenaga ahli dan pendamping desa se-Kabupaten Sumenep dengan mengatasnamakan Kemendesa PDTT, kami sampaikan hal itu tidak benar dan di luar tanggungjawab Kemendesa PDTT,”
”Upaya akan kami lakukan untuk memberikan kepastian penyelenggara atau pengelolaan pendamping profesional, dan sekaligus memberikan pelajaran kepada pihak lembaga dimaksud,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR