BERITAFAJAR.co – Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo mengatakan, benda langit yang jatu di Pulau G...
BERITAFAJAR.co – Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo mengatakan, benda langit yang jatu di Pulau Gili Raja beberapa waktu lalu, dan telah diamankan di Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, bukan serpihan partikel pesawat.
”Setelah dilakukan koordinasi dan penelitian, benda tersebut sudah bisa dipastikan bukan dari partikel pesawat,” ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo, kepada wartawan di Sumenep.
Namun, pihaknay tidak bisa menjelaskan secara detail tentang benda-benda tersebut. Sebab, pihaknya bukan ahli di bidang yang lain, hanya di persoalan pesawat. Apalagi, ketika benda tersebut jatu dan langsung dillakukan koordinasi, tidak ada pesawat yang mengalami masalah atau jatuh.
Seperti diberitakan sebelumya, warga dugegerjab dikagetkan dengan jatuhnya benda asing di perairan Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting Sumenep. Benda berbentuk drum dilapisi fiber warna hitam, dengan panjang 140 centimeter dan diameter sekitar 80 centimeter itu jatuh di Pulau Gili Raja Sumenep.
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
”Setelah dilakukan koordinasi dan penelitian, benda tersebut sudah bisa dipastikan bukan dari partikel pesawat,” ujar Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo, kepada wartawan di Sumenep.
Namun, pihaknay tidak bisa menjelaskan secara detail tentang benda-benda tersebut. Sebab, pihaknya bukan ahli di bidang yang lain, hanya di persoalan pesawat. Apalagi, ketika benda tersebut jatu dan langsung dillakukan koordinasi, tidak ada pesawat yang mengalami masalah atau jatuh.
Seperti diberitakan sebelumya, warga dugegerjab dikagetkan dengan jatuhnya benda asing di perairan Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting Sumenep. Benda berbentuk drum dilapisi fiber warna hitam, dengan panjang 140 centimeter dan diameter sekitar 80 centimeter itu jatuh di Pulau Gili Raja Sumenep.
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR