BERITAFAJAR.co – Pembahasan soal pendidikan dari berbagai sisi, tidak pernah ada habisnya. Kini, pertemuan rutin bulanan MDS RA PC GP Ansor...
BERITAFAJAR.co – Pembahasan soal pendidikan dari berbagai sisi, tidak pernah ada habisnya. Kini, pertemuan rutin bulanan MDS RA PC GP Ansor Sumenep, Madura, Jawa Timur, pun membahas perosalan pendidikan di Masjid Raudlatut Tholibin, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (07/9/2016).
Informasinya, pertemuan rutin yang dihadiri semua pengurus PC GP Ansor Sumenep, mengambil tema ”Masa depan pendididikan Indonesia” dan diisi langsung oleh Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), KH. Achmad Halimy, M. Pd.
Menurut pria yang juga Dewan Penasehat GP Ansor Sumenep, KH. Achmad Halimy mengatakan, sistem pendidikan di Indonesia ini mulai rusak akibat adanya Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dengan mewajibkan anggaran pendidikan 20 persen.
”Sehingga makin hari makin tambah lembaga pendidikan, yang tentu semangatanya karena batuan pendidikan sangat tinggi. Bukan murni berjuang untuk menghapus kebodohan. Sehngga, tidak heran kalau kemudian antar lembaga pendidikan saling rebutan siswa bahkan dengan iming-iming sesuatu,” terangnya.
Semetara itu, Ketua PC GP Ansor Sumenep, M Muhri Zain mengatakan, selain diisi dengan diskusi soal pendidikan, kegiatan rutin ini juga diisi dengan kegiatan pembacaan yasin kemudian tahlilan bersama. Hal ini, lanjutnya, memang bacaan wajib dilaksanakan dalam setiap pertemuan.
“Kegiatan rutin yang diadakan oleh Majlis dzikir dan sholawat rijalul ansor ini sebagai agenda rutin dari masjid ke mesjid, dari mushola ke musholla untuk mentradisikan dan mengembangkan silaturrahim dan nilai nilai Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja),” ujar M Muhri Zain. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Informasinya, pertemuan rutin yang dihadiri semua pengurus PC GP Ansor Sumenep, mengambil tema ”Masa depan pendididikan Indonesia” dan diisi langsung oleh Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), KH. Achmad Halimy, M. Pd.
Menurut pria yang juga Dewan Penasehat GP Ansor Sumenep, KH. Achmad Halimy mengatakan, sistem pendidikan di Indonesia ini mulai rusak akibat adanya Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dengan mewajibkan anggaran pendidikan 20 persen.
”Sehingga makin hari makin tambah lembaga pendidikan, yang tentu semangatanya karena batuan pendidikan sangat tinggi. Bukan murni berjuang untuk menghapus kebodohan. Sehngga, tidak heran kalau kemudian antar lembaga pendidikan saling rebutan siswa bahkan dengan iming-iming sesuatu,” terangnya.
Semetara itu, Ketua PC GP Ansor Sumenep, M Muhri Zain mengatakan, selain diisi dengan diskusi soal pendidikan, kegiatan rutin ini juga diisi dengan kegiatan pembacaan yasin kemudian tahlilan bersama. Hal ini, lanjutnya, memang bacaan wajib dilaksanakan dalam setiap pertemuan.
“Kegiatan rutin yang diadakan oleh Majlis dzikir dan sholawat rijalul ansor ini sebagai agenda rutin dari masjid ke mesjid, dari mushola ke musholla untuk mentradisikan dan mengembangkan silaturrahim dan nilai nilai Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja),” ujar M Muhri Zain. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR