SUMENEP – Wakil Bupati Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi memberikan sambutan positif setelah ditunjuk sebagai Pembina Pag...
SUMENEP – Wakil Bupati Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi memberikan sambutan positif setelah ditunjuk sebagai Pembina Paguyuban Pedagang Kreatif Sumekar (PPKS). Sebab, dirinya mengaku memang sangat responsif dan memberikan perhatian kepada para pedagang kecil di Sumenep.
”Kalau itu memang permintaan PKL maka saya pribadi lebih setuju jadi penasehat saja. Bukan pembina. Ini bentuk penghargaan saya kepada PKL dan kepedulian saya atas permintaan mereka,” ujarnya melalui sambungan telepon selulernya kepada wartawan, Jumat (19/8/2016).
Menurutnya, dirinya selalu respon dan respek terhadap keberadaan PKL meski direlokasi dari Taman Adipura. Sebab, relokasi dilakukan bukan dalam rangka ingin menghilangkan kreatifitas pedagang dan membunuh penghasilan dari PKL. Apalagi, masih akan dibuatkan lokasi permanen.
Kendati demikian, pihaknya wabup masih mau bertemu para PKL hari ini sekitar pukul 14.00. Dengan pertemuan yang direncanakan hari itu, Wabup Sumenep akan mengetahui visi dan misi paguyuban tersebut. ”Saya ingin tahu dulu, visinya apa ke depan,” ujarnya.
Sekedar diketahui, walaupun Wabup Sumenep sempat didemo para pedagang kaki lima (PKL) eks Taman Adipura beberapa waktu lalu, namun tetap memiliki tempat dihati para pedagang. Buktinya, Achmad Fauzi dipercaya dan diminta secara pribada dan ditunjuk untuk menjadi Pembina Pedagang Kreatif Sumekar (PKS).
Penobatan Achmad Fauzi sebagai pembina PKL, tidak atas nama Wabup Sumenep. Tetapi atas nama pribadi. Pengangkatan Achmad Fauzi dibacakan di depan para PKL yang melakukan urun rembuk di gedung Korpri Sumenep.
”Pembina PPKS ini adalah Achmad Fauzi yang memiliki peranan dalam penyusunan anggaran. Maka, ini menjadi langkah yang cukup bagus untuk nasib PKL ke depan,” kata anggota komisi II DPRD Sumenep, Badrul Aini. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
”Kalau itu memang permintaan PKL maka saya pribadi lebih setuju jadi penasehat saja. Bukan pembina. Ini bentuk penghargaan saya kepada PKL dan kepedulian saya atas permintaan mereka,” ujarnya melalui sambungan telepon selulernya kepada wartawan, Jumat (19/8/2016).
Menurutnya, dirinya selalu respon dan respek terhadap keberadaan PKL meski direlokasi dari Taman Adipura. Sebab, relokasi dilakukan bukan dalam rangka ingin menghilangkan kreatifitas pedagang dan membunuh penghasilan dari PKL. Apalagi, masih akan dibuatkan lokasi permanen.
Kendati demikian, pihaknya wabup masih mau bertemu para PKL hari ini sekitar pukul 14.00. Dengan pertemuan yang direncanakan hari itu, Wabup Sumenep akan mengetahui visi dan misi paguyuban tersebut. ”Saya ingin tahu dulu, visinya apa ke depan,” ujarnya.
Sekedar diketahui, walaupun Wabup Sumenep sempat didemo para pedagang kaki lima (PKL) eks Taman Adipura beberapa waktu lalu, namun tetap memiliki tempat dihati para pedagang. Buktinya, Achmad Fauzi dipercaya dan diminta secara pribada dan ditunjuk untuk menjadi Pembina Pedagang Kreatif Sumekar (PKS).
Penobatan Achmad Fauzi sebagai pembina PKL, tidak atas nama Wabup Sumenep. Tetapi atas nama pribadi. Pengangkatan Achmad Fauzi dibacakan di depan para PKL yang melakukan urun rembuk di gedung Korpri Sumenep.
”Pembina PPKS ini adalah Achmad Fauzi yang memiliki peranan dalam penyusunan anggaran. Maka, ini menjadi langkah yang cukup bagus untuk nasib PKL ke depan,” kata anggota komisi II DPRD Sumenep, Badrul Aini. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR