BERITAFAJAR.CO - Eksekusi penggusuran gudang penyimpanan garam oleh PT Garam di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, ...
BERITAFAJAR.CO - Eksekusi penggusuran gudang penyimpanan garam oleh PT Garam di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur nyaris bentrok. Pasalnya, Gudang penyimpanan yang diklaim milik oleh PT. Garam Persero itu, sudah 17 tahun menjadi tempat penyimpanan hasil garam warga setempat.
Salah satu warga yang mengaku sebagai pemili lahan secara sah, H. Suharto (61) mengatakan, lokasi tersebut digunakan untuk membangun gudang sebagai penyimpanan hasil garamnya.
"Lahan ini milik saya, dan sudah saya kelola selama 17 tahun. Akhir-akhir ini, lahan yang saya miliki ini dianggap milik PT Garam," kata H. Suharto pemilik gudang penyimpanan garam, Kamis, (4/8/2016).
Pantauan di lokasi, eksekusi penggusuran sempat terjadi insiden saling dorong antar warga dan petugas dari PT Garam. Bahkan, alat berat yang akan digunakan untuk melakukan penggusuran dipukul mundur oleh warga setempat menggunakan pentungan, rantai, dan batu sebagai pengganjal alat berat yang hendak menggusur bangunan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan warga setempat bersama pemilik gudang masih berjaga di dalam dan luar bangunan gudang garam, sementara, pihak PT Garam memilih mundur untuk menghindari bentrok. (*)
Pewarta : Ahmadi
Salah satu warga yang mengaku sebagai pemili lahan secara sah, H. Suharto (61) mengatakan, lokasi tersebut digunakan untuk membangun gudang sebagai penyimpanan hasil garamnya.
"Lahan ini milik saya, dan sudah saya kelola selama 17 tahun. Akhir-akhir ini, lahan yang saya miliki ini dianggap milik PT Garam," kata H. Suharto pemilik gudang penyimpanan garam, Kamis, (4/8/2016).
Pantauan di lokasi, eksekusi penggusuran sempat terjadi insiden saling dorong antar warga dan petugas dari PT Garam. Bahkan, alat berat yang akan digunakan untuk melakukan penggusuran dipukul mundur oleh warga setempat menggunakan pentungan, rantai, dan batu sebagai pengganjal alat berat yang hendak menggusur bangunan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan warga setempat bersama pemilik gudang masih berjaga di dalam dan luar bangunan gudang garam, sementara, pihak PT Garam memilih mundur untuk menghindari bentrok. (*)
Pewarta : Ahmadi
KOMENTAR