SUMENEP – Meski sejumlah daerah mulai berkurang petani menanam tembakau dan memilih tanaman lain, seperti bawang merah, cabai dan lain-lain,...
SUMENEP – Meski sejumlah daerah mulai berkurang petani menanam tembakau dan memilih tanaman lain, seperti bawang merah, cabai dan lain-lain, namun ternyata tidak mengurangi luas areal tanaman tembakau di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishubutbun) Sumenep, luas area tanaman tembakau setiap tahun terus mengalmi peningkatan. Buktinya, tahun 2016 ini mencapai 28.579 hektar dengan target produksi 14.366 ton.
Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumenep, Joko Suwarno mengatakan, jumlah itu mengalami peningkatan dari tahun 2015 yang hanya seluas 21.893 hektar dengan target produksi sebesar Rp 13. 136 ton. Sementara ploting area tenaman tembakau pada tahun 2014 lalu hanya seluas 21.093 hektar.
”Tahun ini, mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2015 lalu,” ujarnya kepawa wartawan di Sumenep, Rabu (3/8/2016).
Menurutnya, pada tahun 2013 ploting area tembakau seluas 21.093 hektar, tahun 2012 ploting seluas 20.358 Hektare dengan target produksi 12.215 Ton. Jumlah itu, lanjutnya, mengalami penurunan dibandikan tahun 2011 yang mencapai 22.333 Hektare dengan jumlah produksi 13.400 Ton.
”Tidak secara keseluruhan bisa terserap. Yang bisa terserap maksimal hanya sekitar 40 persen atau 3216 ton saja. Kendalanya, karena saat ini merupakan musim kemarau basah,” pungkasnya.
Sementara, di beberapa daerah di Sumenep, saat ini para petani sudah mulai melakukan panen tembakau. Meski sering kali terjadi hujan, ketika tidak hujan para petani tembakau mengejar dengan memanennya.
”Kalau menunggu tidak hujan sampai setengah bulan, tidak mungkin. Sebab, sekarang ini katanya kemarau basah, sehingga selalu hujan. Semoga saja harganya tidak akan merugikan petani mas,” ujar Rahmad, petani tembakau asal Rubaru Sumenep. (*)
Sumber : TIMESIndonesia.co.id
Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishubutbun) Sumenep, luas area tanaman tembakau setiap tahun terus mengalmi peningkatan. Buktinya, tahun 2016 ini mencapai 28.579 hektar dengan target produksi 14.366 ton.
Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumenep, Joko Suwarno mengatakan, jumlah itu mengalami peningkatan dari tahun 2015 yang hanya seluas 21.893 hektar dengan target produksi sebesar Rp 13. 136 ton. Sementara ploting area tenaman tembakau pada tahun 2014 lalu hanya seluas 21.093 hektar.
”Tahun ini, mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2015 lalu,” ujarnya kepawa wartawan di Sumenep, Rabu (3/8/2016).
Menurutnya, pada tahun 2013 ploting area tembakau seluas 21.093 hektar, tahun 2012 ploting seluas 20.358 Hektare dengan target produksi 12.215 Ton. Jumlah itu, lanjutnya, mengalami penurunan dibandikan tahun 2011 yang mencapai 22.333 Hektare dengan jumlah produksi 13.400 Ton.
”Tidak secara keseluruhan bisa terserap. Yang bisa terserap maksimal hanya sekitar 40 persen atau 3216 ton saja. Kendalanya, karena saat ini merupakan musim kemarau basah,” pungkasnya.
Sementara, di beberapa daerah di Sumenep, saat ini para petani sudah mulai melakukan panen tembakau. Meski sering kali terjadi hujan, ketika tidak hujan para petani tembakau mengejar dengan memanennya.
”Kalau menunggu tidak hujan sampai setengah bulan, tidak mungkin. Sebab, sekarang ini katanya kemarau basah, sehingga selalu hujan. Semoga saja harganya tidak akan merugikan petani mas,” ujar Rahmad, petani tembakau asal Rubaru Sumenep. (*)
Sumber : TIMESIndonesia.co.id
KOMENTAR