BERITAFAJAR.CO - Warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur membangun makadam dengan swadaya dari ...
BERITAFAJAR.CO - Warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur membangun makadam dengan swadaya dari hasil patungan. Pengerjaan dilakukan siang hingga malam hari, karena tidak ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
Salah satu warga setempat, Mohammad Ali Wahdi mengatakan, pembangunan makadam dilakukan di jalan yang ada di RT 01/RW 02. Sudah beberapa kali diusulkan kepada Pemkab Pamekasan.
"Ini sudah beberapa kali, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban pasti. Kalau janji sudah sering. Tapi, kami kan butuh solusi. Bukan janji," terang Pria yang dipanggil Wahdi ini.
Menurutnya, ini menjadi persoalan. Sebab, jalan akses Kowel - Kolpajung ini, terang Wahdi, jika tidak segera diatasi akan menghambat aktivitas warga setempat.
"Kalau hujan, disini becek terus. Jadi, Warga yang mau berjualan atau beraktivitas, sering terganggu. Terutama, untuk anak anak yang mau sekolah saat musim hujan," jelasnya.
Selain itu, ungkap Wahdi, sebelum membangun makadam ini, Warga Kowel juga membangun Jembatan yang didapat dari sumbangan warga. "Jembatannya sudah kemarin yang di bangun. Sekarang, kami pindah ke makadam," imbuhnya
"Entah sampai kapan ini berlanjut. Kasian kan warga, jika tidak segera diselesaikan. Kalau menunggu pemerintah, sampai kapan?." Lanjut wahdi menjelaskan.
Selain dari sumbangan masyarakat, Wahdi mengatakan, dana pembangunan ini sebagian juga dibantu oleh donatur yang peduli terhadap Kelurahan kowel.
"Kami berharap, Pemerintah segera turun tangan lah, biar masyarakat tidak selalu dibuat repot. Karena anggarannya kan ada," pungkasnya. (*)
Pewarta : Addarori
Editor : Ibnu Toha
Salah satu warga setempat, Mohammad Ali Wahdi mengatakan, pembangunan makadam dilakukan di jalan yang ada di RT 01/RW 02. Sudah beberapa kali diusulkan kepada Pemkab Pamekasan.
"Ini sudah beberapa kali, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban pasti. Kalau janji sudah sering. Tapi, kami kan butuh solusi. Bukan janji," terang Pria yang dipanggil Wahdi ini.
Menurutnya, ini menjadi persoalan. Sebab, jalan akses Kowel - Kolpajung ini, terang Wahdi, jika tidak segera diatasi akan menghambat aktivitas warga setempat.
"Kalau hujan, disini becek terus. Jadi, Warga yang mau berjualan atau beraktivitas, sering terganggu. Terutama, untuk anak anak yang mau sekolah saat musim hujan," jelasnya.
Selain itu, ungkap Wahdi, sebelum membangun makadam ini, Warga Kowel juga membangun Jembatan yang didapat dari sumbangan warga. "Jembatannya sudah kemarin yang di bangun. Sekarang, kami pindah ke makadam," imbuhnya
"Entah sampai kapan ini berlanjut. Kasian kan warga, jika tidak segera diselesaikan. Kalau menunggu pemerintah, sampai kapan?." Lanjut wahdi menjelaskan.
Selain dari sumbangan masyarakat, Wahdi mengatakan, dana pembangunan ini sebagian juga dibantu oleh donatur yang peduli terhadap Kelurahan kowel.
"Kami berharap, Pemerintah segera turun tangan lah, biar masyarakat tidak selalu dibuat repot. Karena anggarannya kan ada," pungkasnya. (*)
Pewarta : Addarori
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR