BERITAFAJAR.CO – Sejumlah warga di Dusun Satelit, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikejutkan dengan keberadaan seo...
BERITAFAJAR.CO – Sejumlah warga di Dusun Satelit, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikejutkan dengan keberadaan seorang nenek berusia sekitar 80 tahun. Nenek memiliki nama Fatimah itu, ternyata tinggal seorang diri di rumahnya dengan pintu terkunci dari luar.
Kondisi nenek renta diketahui, bermula karena terdengar suara rintihan seperti orang sekarat sekitar pukul 02.21 WIB dini hari, Rabu (13/07/2016) dari sebuah kamar. Tidak lama kemudian, beberapa warga berdatangan berkerumun pada sebuah rumah tua dekat kali itu untuk mengetahui.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi. Kondisi rumah sudah tua. Pada bagian dinding rumah retak dan sangat membahayakan bagi siapa saja yang menempatinya. Jendela kamar, terbuat dari kayu lapuk lusuh.
Namun, warga yang datang, tidak mempedulikan kondisi rumah itu. Semua konsentrasi memperhatikan suara sakarat yang terdengar dari dalam kamar rumah tersebut. Setelah di dekati, ternyata kodisi rumah dalam keadaan terkunci dari luar dengan sebuah gembok kecil berwarna hitam.
Karena pintu rumah terkunci dari luar, warga bersama dengan aparat desa setempat mencoba mengintip dari lubang jendela karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap penghuni rumah tua itu. Ternyata, Nenek Fatimah, tinggal di rumah seorang diri di rumahnya yang nyaris roboh.
Kepala Dusun (Kadus) Satelit, H Imam Muchlis mengatakan, pemilik rumah bernama Bu Fatimah. Usianya sekitar 80 tahun lebih dan sudah bertahun-tahun tinggal sebatang kara.
”Dulu beliau sering nonton telivisi di rumah kami. Tapi sekarang beliau tidak mampu berjalan. Sedang anaknya tinggal bersama istrinya di Kalianget,” ujar H.Imam Muchlis, Kepala Dusun Satelit, Desa Pabian. Rabu (13/07/2016).
Mengingat kondisi demikian, wartawan menghubungi kerabatnya. Sejumlah keluarganya, mengaku memang sangat prihatin dengan kondisi nenek malang tersebut. Sebab, nenek tersebut tinggal di seputran Kota Sumenep, tetapi belum mendapatkan bantuan berupa perbaikan rumah dari pemerintah daerah.
”Dari pemerintah belum ada perhatian. Padahal rumahnya nenek Fatimah sudah sangat mengkhawatirkan dan membahayakan bagi penghuninya. Beliau tinggal sebatang kara karena anaknya tinggal bersama istrinya di Kalianget Sumenep,” pungkas salah satu familinya, sambil mewanti-wanti agar namanya tidak dipublikasikan. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Kondisi nenek renta diketahui, bermula karena terdengar suara rintihan seperti orang sekarat sekitar pukul 02.21 WIB dini hari, Rabu (13/07/2016) dari sebuah kamar. Tidak lama kemudian, beberapa warga berdatangan berkerumun pada sebuah rumah tua dekat kali itu untuk mengetahui.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi. Kondisi rumah sudah tua. Pada bagian dinding rumah retak dan sangat membahayakan bagi siapa saja yang menempatinya. Jendela kamar, terbuat dari kayu lapuk lusuh.
Namun, warga yang datang, tidak mempedulikan kondisi rumah itu. Semua konsentrasi memperhatikan suara sakarat yang terdengar dari dalam kamar rumah tersebut. Setelah di dekati, ternyata kodisi rumah dalam keadaan terkunci dari luar dengan sebuah gembok kecil berwarna hitam.
Karena pintu rumah terkunci dari luar, warga bersama dengan aparat desa setempat mencoba mengintip dari lubang jendela karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap penghuni rumah tua itu. Ternyata, Nenek Fatimah, tinggal di rumah seorang diri di rumahnya yang nyaris roboh.
Kepala Dusun (Kadus) Satelit, H Imam Muchlis mengatakan, pemilik rumah bernama Bu Fatimah. Usianya sekitar 80 tahun lebih dan sudah bertahun-tahun tinggal sebatang kara.
”Dulu beliau sering nonton telivisi di rumah kami. Tapi sekarang beliau tidak mampu berjalan. Sedang anaknya tinggal bersama istrinya di Kalianget,” ujar H.Imam Muchlis, Kepala Dusun Satelit, Desa Pabian. Rabu (13/07/2016).
Mengingat kondisi demikian, wartawan menghubungi kerabatnya. Sejumlah keluarganya, mengaku memang sangat prihatin dengan kondisi nenek malang tersebut. Sebab, nenek tersebut tinggal di seputran Kota Sumenep, tetapi belum mendapatkan bantuan berupa perbaikan rumah dari pemerintah daerah.
”Dari pemerintah belum ada perhatian. Padahal rumahnya nenek Fatimah sudah sangat mengkhawatirkan dan membahayakan bagi penghuninya. Beliau tinggal sebatang kara karena anaknya tinggal bersama istrinya di Kalianget Sumenep,” pungkas salah satu familinya, sambil mewanti-wanti agar namanya tidak dipublikasikan. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR