SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Chief Sabuk Nusantara 56, Robbi Fadli, tidak menyangkal terhadap penarikan biaya tambahan terhadap barang bawaan...
SUMENEP (BeritaFajar.Co) - Chief Sabuk Nusantara 56, Robbi Fadli, tidak menyangkal terhadap penarikan biaya tambahan terhadap barang bawaan penumpang. Dalihnya, penarikan tersebut dilakukan karena karena barang bawaan penumpang banyak yang melebihi ketentuan atau bagasi penumpang.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah penumpang kapal Sabuk Nusantara 56 mengeluhkan penarikan tambahan biaya terhadap barang bawaan penumpang. Besarannya, sekitar Rp 20 ribu hingga 30 ribu setiap penumpang.
”Kami kenakan biaya tambahan karena saat ini terjadi over bagasi. Selain itu, penumpang itu bilangnya barang bawaan tengtengan, tapi sangat banyak sampai satu karung besar,” kelit Fadli, Jumat (24/6/2016).
Sekedar diketahui, Kapal Sabuk Nusantara 56 adalah salah satu kapal perintis tambahan dengan kapasitas muat sekitar 300 penumpang yang pembiayaan operasionalnya di subsidi oleh pemerintah puasat.
Kapal ini dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan transportasi di Jawa Timur dan di kelola oleh Pelni yang melayani rute wilayah kepualuan di Jawa Timur termasuk pulau Kangean, Sapeken dan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. (*)
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah penumpang kapal Sabuk Nusantara 56 mengeluhkan penarikan tambahan biaya terhadap barang bawaan penumpang. Besarannya, sekitar Rp 20 ribu hingga 30 ribu setiap penumpang.
”Kami kenakan biaya tambahan karena saat ini terjadi over bagasi. Selain itu, penumpang itu bilangnya barang bawaan tengtengan, tapi sangat banyak sampai satu karung besar,” kelit Fadli, Jumat (24/6/2016).
Sekedar diketahui, Kapal Sabuk Nusantara 56 adalah salah satu kapal perintis tambahan dengan kapasitas muat sekitar 300 penumpang yang pembiayaan operasionalnya di subsidi oleh pemerintah puasat.
Kapal ini dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan transportasi di Jawa Timur dan di kelola oleh Pelni yang melayani rute wilayah kepualuan di Jawa Timur termasuk pulau Kangean, Sapeken dan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. (*)
KOMENTAR