Foto: Komisi II DPRD Sumenep, Bambang Prayogi
BERITAFAJAR.CO - Komisi II DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendesak pmerintah setempat, untuk merealisasikan pembangunan gudang sembako kepulauan.
Pasalnya, setiap memasuki bulan puasa harga sembako di wilayah kepulauan Sumenep, selalu mengalami lonjakan harga. Sementara pembangunan gudang sembako untuk wilayah kepulauan hanya sebatas wacana saja.
"hingga saat ini wacana pembangunan gudang sembako diwilayah kepulauan belum terialisasikan" kata anggota Komisi II DPRD Sumenep Bambang Prayogi. (25/6/2018).
Setiap tahun di kepulauan dipastikan harga sembako mengalami kenaikan harga, seharusnya pemerintah membrikan solusi yang solutif tidak hanya diam saja. Lanjut, Bambang.
"Setiap memasuki bulan puasa, lonjakan harga sudah menjadi terbiasa bagi kepulauan, hal ini seharusnya bisa di antisipasi oleh pemerintah setempat, jangan cuma rencana dan rencana, tapi sampai saat ini belum ada wujudnya" ujarnya.
Dia berharap, untuk tahun kepulauan sudah memeliki gudang sembako, karena bagaimanapun kkndisi ini menjadi masalah serius yang harus diselesaikan.
"kami berharap kepada pemerintah bisa mengantisipasi dan harus sudah ada bangunan sembako di wilayah kepulauan" harapnya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep. Saiful Bahri, untuk membangun gudang sembako membutuhkan kajian matang. Sebab kebutuhan masyarakat kepulauan bukan hanya sembako. Mereka juga butuh ketersediaan elpiji dan bahan bakar minyak (BBM) yang memadai.
"Semua itu kami berusaha, karena di kepulauan tidak hanya membutuhkan gudang sembaku, melainkan mereka juga butuh seperti elpiji dan BBM" pungkasnya. (di/ibn).
Pasalnya, setiap memasuki bulan puasa harga sembako di wilayah kepulauan Sumenep, selalu mengalami lonjakan harga. Sementara pembangunan gudang sembako untuk wilayah kepulauan hanya sebatas wacana saja.
"hingga saat ini wacana pembangunan gudang sembako diwilayah kepulauan belum terialisasikan" kata anggota Komisi II DPRD Sumenep Bambang Prayogi. (25/6/2018).
Setiap tahun di kepulauan dipastikan harga sembako mengalami kenaikan harga, seharusnya pemerintah membrikan solusi yang solutif tidak hanya diam saja. Lanjut, Bambang.
"Setiap memasuki bulan puasa, lonjakan harga sudah menjadi terbiasa bagi kepulauan, hal ini seharusnya bisa di antisipasi oleh pemerintah setempat, jangan cuma rencana dan rencana, tapi sampai saat ini belum ada wujudnya" ujarnya.
Dia berharap, untuk tahun kepulauan sudah memeliki gudang sembako, karena bagaimanapun kkndisi ini menjadi masalah serius yang harus diselesaikan.
"kami berharap kepada pemerintah bisa mengantisipasi dan harus sudah ada bangunan sembako di wilayah kepulauan" harapnya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep. Saiful Bahri, untuk membangun gudang sembako membutuhkan kajian matang. Sebab kebutuhan masyarakat kepulauan bukan hanya sembako. Mereka juga butuh ketersediaan elpiji dan bahan bakar minyak (BBM) yang memadai.
"Semua itu kami berusaha, karena di kepulauan tidak hanya membutuhkan gudang sembaku, melainkan mereka juga butuh seperti elpiji dan BBM" pungkasnya. (di/ibn).

KOMENTAR