Foto: ketua komisi I DPRD Sumenep. A. Hamid Alimunir
BERITAFAJAR.CO - Ketua Komisi Satu DPRD Sumenep, Jawa Timur, A Hamid Ali Munir, berharap pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memaksimalkan program kelistrikan untuk kepentingan masyarakat kepulauan.
Menurutnya, program kelistrikan di wiliyah kepulauan yang sangat membutuhkan listrik segera terealisasi.
"Seperti di Pulau Gili Genting, Pulau Ra'as, dan Kangean. Saya berharap betul tidak ada lagi masalah soal listrik," terang anggota DPRD empat periode ini saat ditemui di kantornya. (29/06/2018).
Persoalan listrik, menurutnya bukan semata-mata kebutuhan penerangan saat malam tiba. Lebih dari itu, listrik juga menjadi kebutuhan yang berkait erat dengan peningkatan ekonomi.
"Bagaimana akan muncul kegiatan ekonomi mikro seperti home industri, misalnya jika di siang hari mereka tidak ada aliran listrik," ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Ahmad Masuni menjelaskan bahwa pihaknya memaksimalkan program kelistrikan.
"Tahun ini kita anggarkan tiga miliar untuk pengadaan diesel. Sekarang sudah masuk tender di LPSE (Lembaga Pengadaan Barang Secara Elektornik)," ucapnya. (di/ibn).
Menurutnya, program kelistrikan di wiliyah kepulauan yang sangat membutuhkan listrik segera terealisasi.
"Seperti di Pulau Gili Genting, Pulau Ra'as, dan Kangean. Saya berharap betul tidak ada lagi masalah soal listrik," terang anggota DPRD empat periode ini saat ditemui di kantornya. (29/06/2018).
Persoalan listrik, menurutnya bukan semata-mata kebutuhan penerangan saat malam tiba. Lebih dari itu, listrik juga menjadi kebutuhan yang berkait erat dengan peningkatan ekonomi.
"Bagaimana akan muncul kegiatan ekonomi mikro seperti home industri, misalnya jika di siang hari mereka tidak ada aliran listrik," ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Ahmad Masuni menjelaskan bahwa pihaknya memaksimalkan program kelistrikan.
"Tahun ini kita anggarkan tiga miliar untuk pengadaan diesel. Sekarang sudah masuk tender di LPSE (Lembaga Pengadaan Barang Secara Elektornik)," ucapnya. (di/ibn).

KOMENTAR