Aktivis Anak dan Perempuan, Naumi Lania
BERITAFAJAR.CO - Salah satu aktivis Anak dan Perempuan, Naumi Lania, diduga mendapatkan perlakuan kasar ketika berada di rumah istri temannya, yang ditangarai istri salah satu petinggi Polri di kediaman petinggi polri tersebut di Jl. Komjel (Pol) M Yasin (d/h Jl. Akses UI) Kelapa Dua, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
Berdasarkan keterangan dari
Naumi Lania, awalnya dirinya mendapatkan
panggilan telepon dari salah seorang istri pejabat di
jajaran kepolisian. Namun, ketika sampai di rumah oknum istri
petinggi polri tersebut, bukan malah
mendapatkan sambutan hangat sebagai orang yang akan memberikan bantuan.
Diakuinya, dirinya justru mendapatkan perlakuan yang tidak terpuji
dan bahkan dapat dikatakan sangat kasar dari seorang laki laki berbodi
tegak di rumah tersebut. Pria berbadan
tegak itu, justru malah mengusir yang bersangkutan dari dalam rumah.
”Awalnya, saya di suruh duduk di garasi, tidak lama kemudian pembantu rumah datang dan menyuruh saya
masuk hingga sampai dapur. Saat itu, saya memang tidak berpuasa karena saya
datang bulan,” ujar Naumi. Selasa (20/06/2017).
Setelah itu, dirinya merasa haus ia
bertanya apa boleh minta kopi, lalu kopi pun dibuatkan.
”Kopi pun saya taruh di lantai
karena di dapur saya duduk di lantai. Sambil menahan lapar, saya duduk santai
sambil menikmati kopi, dan tak ada siapa siapa
karena mereka semua di lantai atas, saya di pojok dapur,”
tutur Kordinator Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (Kornas TRC PA)
ini.
Namun, tidak begitu lama kemudian turun
seseorang yang mengaku bernama Kiki dan langsung menghardik.
“Sambil
menghardik saya, ia juga berkata siapa kamu, dari mana kamu, keluar….keluar…..keluar
sambil mendorong dan menarik baju saya,” tutur Naumi, menirukan ucapan Kiki.
Dikatakan, ketika pagi hari
sebelum peristiwa tersebut terjadi, ia mengaku mendapatkan telepon dari orang yang ia kenal
sebagai isteri Kakor Brimob dan minta di antar ke komnas HAM.
”Namun yang terjadi justru saya
mendapatkan perlakuan tak terpuji dari orang yang mengaku bernama Kiki,” keluh
Naumi dengan nada kecewa.
Bukan hanya itu, ia juga mengaku sempat
di tarik dan di dorong keluar dari rumah. “Saya
hanya di perkenankan untuk menunggu di teras rumah dan tak di ijinkan masuk,”
jelas Naumi.
Ditambahkan
Naumi, Tak lama kemudian, teman yang meminta bantuan dirinya menghubunginya
melalui WhatsApp (WA).
“Tiba-tiba
teman saya yang saya tunggu itu, WA (WhatsApp) saya dan bilang masih ada di
Semarang, saat itu saya tambah bingung, awalnya minta antar kok tiba-tiba
bilang masih ada di Semarang,” ujarnya.
Naumi
juga mengatakan jika dirinya tidak akan pernah memaafkan orang yang tega
menyeretnya tersebut.
Hingga berita ini diturunkan,
masih belum mendapatkan konfirmasi langsung terutama dari orang yang telah
menelepon aktivis perempuan tersebut. (zai/SI-n).

KOMENTAR