BERITAFAJAR.co – Sebanyak 47 Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam jeda waktu tiga bulan, peny...
BERITAFAJAR.co – Sebanyak 47 Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam jeda waktu tiga bulan, penyimpang Divisa Negara dipulangkan paksa oleh polisi negeri jiran Malaysia.
Berdasarkan informasi dari Disnakertrans, dari puluhan TKI tersebut, terdapat ada empat orang masih di bawah umur. Hal itu diketahui setelah mereka dipulangkan ke Sumenep.
Kabid Percepatan dan Perluasan Kerja, Disnakertrans, Moh. Zaini mengatakan, sebanyak 47 orang yang dideportase, empat orang masih berstatus anak di bawah umur kelas SMP. Rata-rata, warga yang dideportasi berasal dari kepulauan Sumenep.
”Mereka semua sudah dipulangkan ke kampung asal, kami hanya bisa memberi bantuan transportasi,” terangnya kepada wartawan di Sumenep.
Kendati begitu, pihaknya mengaku kesulitan untuk mendeteksi tekong tekong terselubung, memang sasarannya adalah warga yang tingkat SDM rendah, adalah anak SMP. Sehingga, anak SMP itu bisa dikibuli karna SDMnya rendah. ”Kalau anak SMA itu tidak mungkin,” imbuhnya.
Diharapkan, warga Sumenep berangkat menjadi TKI dengan keahlian dan melalui dokumen resmi. Sebab akan lebih tenang untuk mencari rezeki. Tidak khawatir akan di deportasi, dan tidak dihantui ketakutan di negera lain. (*)
Pewarta : Ahmadi
Berdasarkan informasi dari Disnakertrans, dari puluhan TKI tersebut, terdapat ada empat orang masih di bawah umur. Hal itu diketahui setelah mereka dipulangkan ke Sumenep.
Kabid Percepatan dan Perluasan Kerja, Disnakertrans, Moh. Zaini mengatakan, sebanyak 47 orang yang dideportase, empat orang masih berstatus anak di bawah umur kelas SMP. Rata-rata, warga yang dideportasi berasal dari kepulauan Sumenep.
”Mereka semua sudah dipulangkan ke kampung asal, kami hanya bisa memberi bantuan transportasi,” terangnya kepada wartawan di Sumenep.
Kendati begitu, pihaknya mengaku kesulitan untuk mendeteksi tekong tekong terselubung, memang sasarannya adalah warga yang tingkat SDM rendah, adalah anak SMP. Sehingga, anak SMP itu bisa dikibuli karna SDMnya rendah. ”Kalau anak SMA itu tidak mungkin,” imbuhnya.
Diharapkan, warga Sumenep berangkat menjadi TKI dengan keahlian dan melalui dokumen resmi. Sebab akan lebih tenang untuk mencari rezeki. Tidak khawatir akan di deportasi, dan tidak dihantui ketakutan di negera lain. (*)
Pewarta : Ahmadi
KOMENTAR