BERITAFAJAR.co – Salah seorang siswa berinisial R, siswa Madrasah Aliayah, di salah satu sekolah swasta di Sumenep Jawa Timur, terpaksa men...
BERITAFAJAR.co – Salah seorang siswa berinisial R, siswa Madrasah Aliayah, di salah satu sekolah swasta di Sumenep Jawa Timur, terpaksa menjalani Ujian Nasional Pensil Kertas (UNPK) secara manual di Rumah Tahanan Kelas II B Sumenep.
Sementara, satu siswa lainnya inisial AF, narapidana juga tengah melaksankan UNBK di SMAN Lenteng sumenep, dengan mendapat pengawalan petugas. Kedua siswa yang mulai mengenal dengan barang tersebut sama-sama terjerat kasus narkoba.
Ketika di Rutan Kelas II B Sumenep, siswa asal Desa Ketawang, Karay, Ganding tersebut mengenakan baju tahanan dan mengenakan sarung serta sandal jepit mengerjakan soal ujian secara manual.
Siswa tersebut, tentu tetap mendapatkan pengawalan ketat dari petugas. Ia mengerjakan soal di Rutan Kelas II B Sumenep setelah terlibat kasus narkoba dan ditangkap saat transaksi narkoba oleh petugas Kepolisian Polres Sumenep beberapa waktu lalu.
Kepala Rumah Tahanan Sumenep Kaleas II B Sumenep, Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan, ada dua siswa yang terjerat kasus narkoba. Status R masih tahanan dengan mengerjakan ujian di Rutan Sumenep.
”Sedangkan satu siswa lagi yaitu inisial AF. Ia mengerjakan UNBK di sekolahnya dengan mendapatkan pengawalan petugas dari tahanan. Sebab, sebab UNBK tidak bisa dilaksanakan di rumah tahanan tapi dilaksanakan di sekolahnya,” terangnya.
Akbar menjamin, keamanan dan kelancaran terhadap proses pelaksanaan ujian nasional oleh siswa tahanan maupun siswa yang berstatus narapidana, baik di rutan maupun di sekolahnya. Sebab pihaknya juga telah berkordinasi dengan petugas penyelenggara ujian di Kabupaten Sumenep. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Sementara, satu siswa lainnya inisial AF, narapidana juga tengah melaksankan UNBK di SMAN Lenteng sumenep, dengan mendapat pengawalan petugas. Kedua siswa yang mulai mengenal dengan barang tersebut sama-sama terjerat kasus narkoba.
Ketika di Rutan Kelas II B Sumenep, siswa asal Desa Ketawang, Karay, Ganding tersebut mengenakan baju tahanan dan mengenakan sarung serta sandal jepit mengerjakan soal ujian secara manual.
Siswa tersebut, tentu tetap mendapatkan pengawalan ketat dari petugas. Ia mengerjakan soal di Rutan Kelas II B Sumenep setelah terlibat kasus narkoba dan ditangkap saat transaksi narkoba oleh petugas Kepolisian Polres Sumenep beberapa waktu lalu.
Kepala Rumah Tahanan Sumenep Kaleas II B Sumenep, Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan, ada dua siswa yang terjerat kasus narkoba. Status R masih tahanan dengan mengerjakan ujian di Rutan Sumenep.
”Sedangkan satu siswa lagi yaitu inisial AF. Ia mengerjakan UNBK di sekolahnya dengan mendapatkan pengawalan petugas dari tahanan. Sebab, sebab UNBK tidak bisa dilaksanakan di rumah tahanan tapi dilaksanakan di sekolahnya,” terangnya.
Akbar menjamin, keamanan dan kelancaran terhadap proses pelaksanaan ujian nasional oleh siswa tahanan maupun siswa yang berstatus narapidana, baik di rutan maupun di sekolahnya. Sebab pihaknya juga telah berkordinasi dengan petugas penyelenggara ujian di Kabupaten Sumenep. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR