BERITAFAJAR.co - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi marah setelah kedatangan warga yang mengatas namak...
BERITAFAJAR.co - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi marah setelah kedatangan warga yang mengatas namakan Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Anggaran Publik (LAPDAP) di Kantor Dinas Kesehatan Setempat (10/4/2017).
Sebab, mereka mau konfermasi kepada Kadinkes terkait dugaan karyawan honorer K2 yang tidak pernah masuk ngantor, tetapi respons Kadinkes malah bersikap premanisme.
"Kedatangan kami kesana untuk mencari kebenaran terkait data yang ditemukan kami, bahwa ada karyawan K2 tidak pernah ngantor" terang aktivis Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Anggaran Publik (LAPDAP), Sapraji.
Namun Kepala Kadinkes bersikap Arogan, setelah ditanyain mengenai data tersebut, mungkin merasa bersalah, kepala Dinas Kesehatan hingga dengan tega mengusir mereka.
"Kedatangan Kami beriktikad baik karena ini demi kemasalahatan umum, tapi dia (Kadinkes) malah bersikap seperti preman dan hingga mengusir kami dari ruang kerjanya" ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Fatoni mengakui bahwa kedatangan mereka itu menanyai tentang adanya pegawai di salah satu Pukesmas yang diduga tidak masuk kantor.
"Saya sudah menjawab kepada mereka bahwa saya mau konfermasi langsung soal kebenarannya kepada kepala UPT-nya terkait pengaduan tersebut" ujarnya.
Mengenai adanya sikap arogansi kepada mereka, Fatoni tidak membenarkan. Sebab, dia sudah memperlakukan baik dan sudah bersikap baik, bahkan memberikan tanggapan dan respons yang kepada mereka.
"Itu tidak benar kalau saya bersikap arogan kepada mereka, padahal sudah jelas saya bersikap baik dan saya sudah menjawab apa yang ditanyain mereka" tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Sebab, mereka mau konfermasi kepada Kadinkes terkait dugaan karyawan honorer K2 yang tidak pernah masuk ngantor, tetapi respons Kadinkes malah bersikap premanisme.
"Kedatangan kami kesana untuk mencari kebenaran terkait data yang ditemukan kami, bahwa ada karyawan K2 tidak pernah ngantor" terang aktivis Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Anggaran Publik (LAPDAP), Sapraji.
Namun Kepala Kadinkes bersikap Arogan, setelah ditanyain mengenai data tersebut, mungkin merasa bersalah, kepala Dinas Kesehatan hingga dengan tega mengusir mereka.
"Kedatangan Kami beriktikad baik karena ini demi kemasalahatan umum, tapi dia (Kadinkes) malah bersikap seperti preman dan hingga mengusir kami dari ruang kerjanya" ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Fatoni mengakui bahwa kedatangan mereka itu menanyai tentang adanya pegawai di salah satu Pukesmas yang diduga tidak masuk kantor.
"Saya sudah menjawab kepada mereka bahwa saya mau konfermasi langsung soal kebenarannya kepada kepala UPT-nya terkait pengaduan tersebut" ujarnya.
Mengenai adanya sikap arogansi kepada mereka, Fatoni tidak membenarkan. Sebab, dia sudah memperlakukan baik dan sudah bersikap baik, bahkan memberikan tanggapan dan respons yang kepada mereka.
"Itu tidak benar kalau saya bersikap arogan kepada mereka, padahal sudah jelas saya bersikap baik dan saya sudah menjawab apa yang ditanyain mereka" tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha

KOMENTAR