BERITAFAJAR.co - Sosok mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di bibir pantai Dusun Batuputih, Desa Karang Nangka, Kecamatan/pulau Raas,...
BERITAFAJAR.co - Sosok mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di bibir pantai Dusun Batuputih, Desa Karang Nangka, Kecamatan/pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Mayat berjenis kelamin laki-laki itu, ditemukan dengan posisi terlentang mengenakan celana pendek warna dongker, baju hem lengan panjang kotak kotak, warna coklat, kaos singlet warna putih.
Janazah yang ditemukan tanpa kepala itu, pertama kali ditemukan Dulhasim (60) bersama istrinya Masini (55), warga setempat ketika memasang jaring dalam rangka untuk mendapatkan ikan. Namun, dikagetkan dengan mayat tersebut.
“Selain tanpa kepala, mayat itu juga tidak bertangan. Hilangnya beberapa anggota tubuh mayat misterius itu mungkin karena saking lamanya terombang-ambing di lautan,” kata Dulhasim.
Sementara Kasubag Humas Kepolisian Resort Sumenep, AKP Hasanuddin, membenarkan penemuan mayat tanpa identitas itu di pantai Desa Karang Nangka.
"Trmuan mayat itu masih diselidiki terkait identitas dan motif mayat yang berada di dipantai itu" tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Mayat berjenis kelamin laki-laki itu, ditemukan dengan posisi terlentang mengenakan celana pendek warna dongker, baju hem lengan panjang kotak kotak, warna coklat, kaos singlet warna putih.
Janazah yang ditemukan tanpa kepala itu, pertama kali ditemukan Dulhasim (60) bersama istrinya Masini (55), warga setempat ketika memasang jaring dalam rangka untuk mendapatkan ikan. Namun, dikagetkan dengan mayat tersebut.
“Selain tanpa kepala, mayat itu juga tidak bertangan. Hilangnya beberapa anggota tubuh mayat misterius itu mungkin karena saking lamanya terombang-ambing di lautan,” kata Dulhasim.
Sementara Kasubag Humas Kepolisian Resort Sumenep, AKP Hasanuddin, membenarkan penemuan mayat tanpa identitas itu di pantai Desa Karang Nangka.
"Trmuan mayat itu masih diselidiki terkait identitas dan motif mayat yang berada di dipantai itu" tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR