BERITAFAJAR.co - Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep, menyebabkan jalan desa penghubun...
BERITAFAJAR.co - Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep, menyebabkan jalan desa penghubung Kecamatan Rubaru dengan Kecamatan Ganding tertimbun longsor.
Sesuai informasi dari warga, hujan lebat terjadi berkisar pukul 14.15 WIB Senin (3/1/2016) dan malam harinya, berkisar pukul 19.30 WIB, terjadi longsoran tanah berserta timbunan pohon. Tanah longsor hingga menutupi jalan raya itu, terjadi tepatnya di Dusun Batoguluk, Desa Basoka Kecamatan Rubaru.
Salah satu warga, H As’adi mengatakan, hujan lebat benar-benar menakutkan dan sangat mengkhawatirkan. Sebab, longsoran tanah bukan hanya menyebabkan tebing di atas jalan itu longsor, tetapi sejumlah lahan pertanian banyak tertimbun longsor.
”Mungkin karena hujan terlalu lebat sehingga menyebabkan longsor. Bahkan, warga tidak bisa melewati karena jalan tersebut tertimbung longsor,” terangnya, Selasa (03/01/2016).
Sementara itu, salah satu perangkat desa, Zainuddin mengatakan, terjadinya longsor bukan hanya jalan tersebut. Di sebelah barat dari lokasi jalan yang tertibun longsor, juga separuh jalan raya sudah terkena longsor.
”Kami berharap kepada pemerintah daerah, untuk disebelah baratnya diberi bronjong kawat. Kalau hanya diberi sok tanah, akan ambruk lagi. Kami berharap pula, pemerintah daerah memperhatikan kondisi ini karena tidak bisa dilewati oleh masyarakat,” harapnya. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Sesuai informasi dari warga, hujan lebat terjadi berkisar pukul 14.15 WIB Senin (3/1/2016) dan malam harinya, berkisar pukul 19.30 WIB, terjadi longsoran tanah berserta timbunan pohon. Tanah longsor hingga menutupi jalan raya itu, terjadi tepatnya di Dusun Batoguluk, Desa Basoka Kecamatan Rubaru.
Salah satu warga, H As’adi mengatakan, hujan lebat benar-benar menakutkan dan sangat mengkhawatirkan. Sebab, longsoran tanah bukan hanya menyebabkan tebing di atas jalan itu longsor, tetapi sejumlah lahan pertanian banyak tertimbun longsor.
”Mungkin karena hujan terlalu lebat sehingga menyebabkan longsor. Bahkan, warga tidak bisa melewati karena jalan tersebut tertimbung longsor,” terangnya, Selasa (03/01/2016).
Sementara itu, salah satu perangkat desa, Zainuddin mengatakan, terjadinya longsor bukan hanya jalan tersebut. Di sebelah barat dari lokasi jalan yang tertibun longsor, juga separuh jalan raya sudah terkena longsor.
”Kami berharap kepada pemerintah daerah, untuk disebelah baratnya diberi bronjong kawat. Kalau hanya diberi sok tanah, akan ambruk lagi. Kami berharap pula, pemerintah daerah memperhatikan kondisi ini karena tidak bisa dilewati oleh masyarakat,” harapnya. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR