BERITAFAJAR.co – Jika selama ini pulau Madura, dikenal dengan pulau Kerapan Sapi, namun saat ini tidak hanya sapi yang diadu kekencangan la...
BERITAFAJAR.co – Jika selama ini pulau Madura, dikenal dengan pulau Kerapan Sapi, namun saat ini tidak hanya sapi yang diadu kekencangan larinya, sebagaimana dilakukan komunitas pecinta kelinci di Kecamatan Batuan Sumenep Madura Jawa Timur ini.
Sejumlaha siswa bersama dengan masyarakat umum, justru menggelar kerapan kelinci pada liburan natal dan tahun baru ini. Kerapan kelinci ini, tidak terlalu jauh berbeda dengan kerapan sapi. Hanya saja, jika kerapan sapi dilepas berpasang-pasangan, kerapan kelinci dilepas satu-satu.
Berdasarkan pantauan wartawan, lapangan untuk kerpana kelinci sepanjang 100 meter. Sebelum kelinci dilepas, terlebih dahulu diberikan aksesoris berupa kalung yang terbuat dari selang kecil yang diberi hiasan guntingan plastik, agar larinya kelinci lebih kencang.
Ketika kelinci tersebut di lepas dari garis start, para pemiliknya berteriak sambil membunyikan alat yang sudah di sediakan. Sontak saja, kegiatan kerapan kelinci menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat sekitar, terutama anak-anak ketika sedang liburan sekolah.
Salah satu siswa yang ikut kerapan kelinci, Fiqi mengakut sangat senang pada liburan sekolah kali ini karena bisa ikut kerapan kelinci. Bahkan, dia mengaku ada 4 kelinci yang didikutkan lomba.
”Perna satu kali mendapatkan juara satu, yaitu kelinci yang diberi nama Neng Ayu. Kami sangat senang karena menjadi ramai,” terangnya sambil memegang kelinci kesayangannya.
Sekedar diketahui, kerapan kelinci menjadi trend di kalangan para pecinta kelinci di Sumenep, khususnya anak-anak dan remaja. Namun, tidak sampai mengganggu kegiatan sekolah karena biasanya kerapan kelinci seringkali diadakan saat liburan tiba.
Kerapan kelinci tidak hanya untuk adu cepat lari, tetapi juga mejadi ajang menaikkan harga kelinci. Jika harga kelinci dipasaran biasanya hanya puluhan ribu rupiah per-ekornya. Namun kelinci kerapan yang sudah menjadi juara, harganya bisa naik mencapai jutaan. (*)
Pewarta : Ahmad
Editor : Ibnu Toha
Sejumlaha siswa bersama dengan masyarakat umum, justru menggelar kerapan kelinci pada liburan natal dan tahun baru ini. Kerapan kelinci ini, tidak terlalu jauh berbeda dengan kerapan sapi. Hanya saja, jika kerapan sapi dilepas berpasang-pasangan, kerapan kelinci dilepas satu-satu.
Berdasarkan pantauan wartawan, lapangan untuk kerpana kelinci sepanjang 100 meter. Sebelum kelinci dilepas, terlebih dahulu diberikan aksesoris berupa kalung yang terbuat dari selang kecil yang diberi hiasan guntingan plastik, agar larinya kelinci lebih kencang.
Ketika kelinci tersebut di lepas dari garis start, para pemiliknya berteriak sambil membunyikan alat yang sudah di sediakan. Sontak saja, kegiatan kerapan kelinci menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat sekitar, terutama anak-anak ketika sedang liburan sekolah.
Salah satu siswa yang ikut kerapan kelinci, Fiqi mengakut sangat senang pada liburan sekolah kali ini karena bisa ikut kerapan kelinci. Bahkan, dia mengaku ada 4 kelinci yang didikutkan lomba.
”Perna satu kali mendapatkan juara satu, yaitu kelinci yang diberi nama Neng Ayu. Kami sangat senang karena menjadi ramai,” terangnya sambil memegang kelinci kesayangannya.
Sekedar diketahui, kerapan kelinci menjadi trend di kalangan para pecinta kelinci di Sumenep, khususnya anak-anak dan remaja. Namun, tidak sampai mengganggu kegiatan sekolah karena biasanya kerapan kelinci seringkali diadakan saat liburan tiba.
Kerapan kelinci tidak hanya untuk adu cepat lari, tetapi juga mejadi ajang menaikkan harga kelinci. Jika harga kelinci dipasaran biasanya hanya puluhan ribu rupiah per-ekornya. Namun kelinci kerapan yang sudah menjadi juara, harganya bisa naik mencapai jutaan. (*)
Pewarta : Ahmad
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR