BERITAFAJAR.co - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ciduk sepasang mahasiswa yang sedang melepas rindu a...
BERITAFAJAR.co - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ciduk sepasang mahasiswa yang sedang melepas rindu alis bercinta di Hotel Surabya, Jl. Trunojoyo, Sumenep, Madura, Jawa Timur, berkisar pukul 22.00 WIB Rabu, (26/20/2016).
Dalam razia yang melibatkan Anggota Polres Sumebep, Kidim 0287 Sumenep, dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, sempat bersetegang lantaran menemukan puluhan kondom dan laptop yang berisi sejumlah film bokep.
Selain itu, ditemukan pula puluhan kondom yang disertai tissu magic itu diketahui milik sepasang mahasiswa yang bermalam di hotel tersebut. Dua mahasiswa itu adalah, YS asal Dusun Timur Leke, Desa Errabu, Kecamtan Bluto. YS mengaku sebagai mahasiswa semister 7 di salah satu kampus terkemuka di Jalan Trunojoyo Sumenep.
YS diketahui berduaan dengan Mahasiswi semister lima jurusan kebidanan (Akbid) di salah satu Universitas di Surabaya, KN merupakan warga Desa Sera Timur, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
keduanya digelandang ke Kantor Satpol PP Sumenep, di Jalan Kamboja. Sesampainya di markas Penegak Perda itu, keduanya diintrogasi dan kedua orang tua mereka dipanggil guna untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Mereka diperbolehkan pulang setelah dijemput oleh keluarga mereka masing-masing.
Kasi Samapta dan Sarana Vital, Satpol PP Sumenep, Herman Irawan, mengatakan, berdasarkan hasil introgasi yang dilakukan, keduanya mengakui jika telah melakukan hubungan intim layaknya suami isteri.
"Sejak awal kami curiga ada perbuatan mesum, karena saat kami dor pintunya lama yang mau dibuka," katanya, Kamis, (27/10/2016).
Menurutnya, selain menyita puluhan kondom dan laptop yang berisi film bokep, Satpol PP juga menyita tas wanita yang berisi sejumlah aksesoris perempuan. Dilihat dari pakaian dan sejumlah aksesoris yang dibawa, KN diduga belum sampai di rumahnya.
"Pengakuan YS, YS akan bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukan. Tapi katanya masih mau rembuk dulu dengan keluarganya," tegasnya.
Dijelaskan, razia yang dilakukan merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap saat. Sebab, pihaknya tidak ingin Kabupaten Sumenep ini menjadi tempat prostitusi dan juga tempat untuk melakukan pesta minumankeras.
”Razia ini kai akan terus kami tingkatkan. Kami ingin Sumenep bebas dari hal yang dilarang agama,” tukasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Dalam razia yang melibatkan Anggota Polres Sumebep, Kidim 0287 Sumenep, dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, sempat bersetegang lantaran menemukan puluhan kondom dan laptop yang berisi sejumlah film bokep.
Selain itu, ditemukan pula puluhan kondom yang disertai tissu magic itu diketahui milik sepasang mahasiswa yang bermalam di hotel tersebut. Dua mahasiswa itu adalah, YS asal Dusun Timur Leke, Desa Errabu, Kecamtan Bluto. YS mengaku sebagai mahasiswa semister 7 di salah satu kampus terkemuka di Jalan Trunojoyo Sumenep.
YS diketahui berduaan dengan Mahasiswi semister lima jurusan kebidanan (Akbid) di salah satu Universitas di Surabaya, KN merupakan warga Desa Sera Timur, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
keduanya digelandang ke Kantor Satpol PP Sumenep, di Jalan Kamboja. Sesampainya di markas Penegak Perda itu, keduanya diintrogasi dan kedua orang tua mereka dipanggil guna untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Mereka diperbolehkan pulang setelah dijemput oleh keluarga mereka masing-masing.
Kasi Samapta dan Sarana Vital, Satpol PP Sumenep, Herman Irawan, mengatakan, berdasarkan hasil introgasi yang dilakukan, keduanya mengakui jika telah melakukan hubungan intim layaknya suami isteri.
"Sejak awal kami curiga ada perbuatan mesum, karena saat kami dor pintunya lama yang mau dibuka," katanya, Kamis, (27/10/2016).
Menurutnya, selain menyita puluhan kondom dan laptop yang berisi film bokep, Satpol PP juga menyita tas wanita yang berisi sejumlah aksesoris perempuan. Dilihat dari pakaian dan sejumlah aksesoris yang dibawa, KN diduga belum sampai di rumahnya.
"Pengakuan YS, YS akan bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukan. Tapi katanya masih mau rembuk dulu dengan keluarganya," tegasnya.
Dijelaskan, razia yang dilakukan merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap saat. Sebab, pihaknya tidak ingin Kabupaten Sumenep ini menjadi tempat prostitusi dan juga tempat untuk melakukan pesta minumankeras.
”Razia ini kai akan terus kami tingkatkan. Kami ingin Sumenep bebas dari hal yang dilarang agama,” tukasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR