BERITAFAJAR.co - Salah satu cara untuk mengembangkan seni budaya musik Islam, Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar Festival Qasidah Re...
BERITAFAJAR.co - Salah satu cara untuk mengembangkan seni budaya musik Islam, Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar Festival Qasidah Rebana dan bintang vocalis tingkat Provinsi Bali 2016.
Informaainya, Kegiatan yang mendapatkan dukungan penuh dari semua lapisan masyarakat itu, dimulai dari tanggal 29 sampai tanggal 30 Oktober 2016. Dukungan masyarakat menjadi bukti kearifan lokal dan sikap toleransi yang cukup tinggi dari masyarakat.
Kepala kantor Wilaya Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra, mengatakan bahwa kegiatan festival tahunan ini mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat.
"Saya merasa bangga karena festival ini bisa diselenggarakan dengan baik. Inilah bukti bahwa Insan Bali senantiasa mencinta kedamaian sehingga terwujud harmoni di antara kita semua," ucapnya
Kegiatan festival bintang vocalis dan qasidah rebana adalah kegiatan nasional, diawali pelaksanaan di tingkat Kecamatan, kabupaten, dan Provinsi sebelum menuju ke tingkat Nasional.
"Nantinya duta dan kafilah provinsi Bali akan tampil di tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Provinsi Lampung pada akhir bulan Nopember 2016 mendatang, sekaligus saya mohon doa kepada masyarakat Bali agar kafilah atau kontingen nanti dapat berlomba dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.
Lastra menjelaskan, musik Islami jika menjadi bagian keseharian bisa menjadi sarana ampuh untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi.
"Dan juga sebagai bentuk meningkatkan ukhuwah dan pembinaan terhadap masyarakat terutama sebagai filterisasi terhadap arus nilai-nilai budaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan membangun karakter bangsa," jelasnya.
Sebagaimana dilansir dari TIMESIndonesia, Lastra juga mengharapkan pada festival kali ini juga akan terjaring calon-calon bintang terbaik yang akan mewakili Provinsi Bali ditingkat nasional dan bisa pulang sebagai juara.
"Kami berharap tahun ini pula Bali juga mendapat juara lagi ditingkat nasional sehingga ini bisa membangkitkan nilai spritual untuk membangun Bali lebih damai dan harmoni," ucapnya. (*)
Pewarta : Muhammad Khadafi
Sumber : TIMESIndonesia.
Informaainya, Kegiatan yang mendapatkan dukungan penuh dari semua lapisan masyarakat itu, dimulai dari tanggal 29 sampai tanggal 30 Oktober 2016. Dukungan masyarakat menjadi bukti kearifan lokal dan sikap toleransi yang cukup tinggi dari masyarakat.
Kepala kantor Wilaya Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra, mengatakan bahwa kegiatan festival tahunan ini mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat.
"Saya merasa bangga karena festival ini bisa diselenggarakan dengan baik. Inilah bukti bahwa Insan Bali senantiasa mencinta kedamaian sehingga terwujud harmoni di antara kita semua," ucapnya
Kegiatan festival bintang vocalis dan qasidah rebana adalah kegiatan nasional, diawali pelaksanaan di tingkat Kecamatan, kabupaten, dan Provinsi sebelum menuju ke tingkat Nasional.
"Nantinya duta dan kafilah provinsi Bali akan tampil di tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Provinsi Lampung pada akhir bulan Nopember 2016 mendatang, sekaligus saya mohon doa kepada masyarakat Bali agar kafilah atau kontingen nanti dapat berlomba dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.
Lastra menjelaskan, musik Islami jika menjadi bagian keseharian bisa menjadi sarana ampuh untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi.
"Dan juga sebagai bentuk meningkatkan ukhuwah dan pembinaan terhadap masyarakat terutama sebagai filterisasi terhadap arus nilai-nilai budaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan membangun karakter bangsa," jelasnya.
Sebagaimana dilansir dari TIMESIndonesia, Lastra juga mengharapkan pada festival kali ini juga akan terjaring calon-calon bintang terbaik yang akan mewakili Provinsi Bali ditingkat nasional dan bisa pulang sebagai juara.
"Kami berharap tahun ini pula Bali juga mendapat juara lagi ditingkat nasional sehingga ini bisa membangkitkan nilai spritual untuk membangun Bali lebih damai dan harmoni," ucapnya. (*)
Pewarta : Muhammad Khadafi
Sumber : TIMESIndonesia.
KOMENTAR