BERITAFAJAR.co – Akibat cuaca buruk dengan intensitas hujan yang tinggi, membuat harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradision...
BERITAFAJAR.co – Akibat cuaca buruk dengan intensitas hujan yang tinggi, membuat harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus melambung. Bahkan, kenaikan mencapai dua kali lipat dari harga normal.
Berdasarkan infomrasi yang diterima BeritaFajar, Jumat (28/10/2016), harga kebutuhan pokok melambung tinggi terjadi di pasar tradisional, Pasar Anom Sumenep, sejak beberapa pekan terkahir ini. Harga sembako yang terus mengalami kenaikan, seperti harga cabai besar yang kini mencapai Rp 50 ribu perkilo. Padahal sebelumnya, hanya kisaran Rp 20 ribu ribu perkilo.
Salah seorang pedagang sembako, Hodriyanto mengatakan, mengaku selain cabai besar, kenaikan juga terjadi pada harga cabai kecil Ro 25 ribu naik menjadi Rp 30 ribu perkilo.
”Selain itu, harga bawang merah yang sebelumnya hanya Rp 25 ribu rupiah, sekarang naik Rp 34 ribu perkilo. Sedankan untuk harga kebutuhan pokok lainnya seperti bawang putih masih tetap stabil,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli sembako, Khafifah mengatakan, melambungnya harga sejumlah kebutuhan pokok terutama lombok dan bawang merah, sebagai kebutuhan dapur paling mendasar, sangat memberatkan. Namun, dia mengaku menyiasatinya dengan mengurangi stok belanja agar bisa membeli kebutuhan pokok lainnya.
”Mungkin melambungnya harga sembako ini karena dipicu oleh kondisi cuaca buruk dengan intensitas hujan yang tinggi. Karena itu, banyak petani lombok dan bawang gagal panen, akibatnya pasokan berkurang dan membuat harganya mahal,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Berdasarkan infomrasi yang diterima BeritaFajar, Jumat (28/10/2016), harga kebutuhan pokok melambung tinggi terjadi di pasar tradisional, Pasar Anom Sumenep, sejak beberapa pekan terkahir ini. Harga sembako yang terus mengalami kenaikan, seperti harga cabai besar yang kini mencapai Rp 50 ribu perkilo. Padahal sebelumnya, hanya kisaran Rp 20 ribu ribu perkilo.
Salah seorang pedagang sembako, Hodriyanto mengatakan, mengaku selain cabai besar, kenaikan juga terjadi pada harga cabai kecil Ro 25 ribu naik menjadi Rp 30 ribu perkilo.
”Selain itu, harga bawang merah yang sebelumnya hanya Rp 25 ribu rupiah, sekarang naik Rp 34 ribu perkilo. Sedankan untuk harga kebutuhan pokok lainnya seperti bawang putih masih tetap stabil,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli sembako, Khafifah mengatakan, melambungnya harga sejumlah kebutuhan pokok terutama lombok dan bawang merah, sebagai kebutuhan dapur paling mendasar, sangat memberatkan. Namun, dia mengaku menyiasatinya dengan mengurangi stok belanja agar bisa membeli kebutuhan pokok lainnya.
”Mungkin melambungnya harga sembako ini karena dipicu oleh kondisi cuaca buruk dengan intensitas hujan yang tinggi. Karena itu, banyak petani lombok dan bawang gagal panen, akibatnya pasokan berkurang dan membuat harganya mahal,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR