BERITAFAJAR.co – Sebanyak lima orang tim dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mendatangi Mapolres Sumenep, Madura, Jawa ...
BERITAFAJAR.co – Sebanyak lima orang tim dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mendatangi Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk melakukan penelitian terhadap benda asing yang jatuh di Pulau Gili Raja, beberapa hari lalu.
Berdasarkan hasil penelitian, benda misterius merupakan Pecahan Roket Falcon 9 yang diluncurkan dari Amerika pada tanggal 14 Agustus 2016 lalu. Dari itu, sesuai dengan prediksi LAPAN, pada tanggal 26 September 2016 benda tersebut akan jatuh ke bumi.
Tim Peneliti Bidang Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Rhorom Priyatikanto mengatakan, sesuai dengan lintasan yang dipantau pihak LAPAN, bahwa jatuhnya benda sesuai dengan lintasan Roket Falcon 9 yang diluncurkan dari Amerika pada Agustus lalu.
”Memang tanggal 26 September 2016, roket falcon 9 tersebut akan jatuh ke bumi. Tapi, tidak dapat dipastikan akan jatuh di daerah mana karena sejauh ini belum ada metode akurat untuk memastikan jatuhnya roket,” ujar Rhorom Priyatikanto.
Kendati demikian, dari sisi struktur, tangki yang ditemukan bukan tangki utama dari bahan roket tersebut. Tiga tangki yang jatuh merupakan tangki yang dilapisi serat karbon yang dibabat kuat agar tidak bocor. Benda itu, berisi helium berbentuk gas sebagai sistem pendidingin roket. Bukan bahan bakar roket.
Dia menjelaskan, jika diamati dari jarak jauh, benda tersebut seperti terdapat tali rafia. Padahal, itu merupakan serat karbon yang sangat kuat. Agar helium yang mengandung gas tidak mudah bocor.
”Sementara, satu benda lainnya yang berbentuk seperti radiotor merupakan sistem kontrol dari roket tersebut. Benda itu tidak berbahaya karena tidak mengandung radioaktif,” terangnya.
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Berdasarkan hasil penelitian, benda misterius merupakan Pecahan Roket Falcon 9 yang diluncurkan dari Amerika pada tanggal 14 Agustus 2016 lalu. Dari itu, sesuai dengan prediksi LAPAN, pada tanggal 26 September 2016 benda tersebut akan jatuh ke bumi.
Tim Peneliti Bidang Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Rhorom Priyatikanto mengatakan, sesuai dengan lintasan yang dipantau pihak LAPAN, bahwa jatuhnya benda sesuai dengan lintasan Roket Falcon 9 yang diluncurkan dari Amerika pada Agustus lalu.
”Memang tanggal 26 September 2016, roket falcon 9 tersebut akan jatuh ke bumi. Tapi, tidak dapat dipastikan akan jatuh di daerah mana karena sejauh ini belum ada metode akurat untuk memastikan jatuhnya roket,” ujar Rhorom Priyatikanto.
Kendati demikian, dari sisi struktur, tangki yang ditemukan bukan tangki utama dari bahan roket tersebut. Tiga tangki yang jatuh merupakan tangki yang dilapisi serat karbon yang dibabat kuat agar tidak bocor. Benda itu, berisi helium berbentuk gas sebagai sistem pendidingin roket. Bukan bahan bakar roket.
Dia menjelaskan, jika diamati dari jarak jauh, benda tersebut seperti terdapat tali rafia. Padahal, itu merupakan serat karbon yang sangat kuat. Agar helium yang mengandung gas tidak mudah bocor.
”Sementara, satu benda lainnya yang berbentuk seperti radiotor merupakan sistem kontrol dari roket tersebut. Benda itu tidak berbahaya karena tidak mengandung radioaktif,” terangnya.
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR