BERITAFAJAR.co – Kinerja Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, patut mendapatkan apresiasi. ...
BERITAFAJAR.co – Kinerja Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, patut mendapatkan apresiasi. Sebab, serapan anggaran untuk triwulan ketiga di tahun 2016 telah mencapai 75 persen dari total anggaran sebesar Rp2,8 Miliar.
”Alhamdulillah untuk triwulan ke tiga, serapan anggaran mencapai 75 persen,” ujar Kepala Disperta Sumenep, Bambang Herianto. Sabtu, (10/09/2016).
BACA JUGA :
Disperta Sumenep Optimis Serapan Gabah Capai Target
Disperta Sumenep Pastikan Bantuan Penguatan Modal Poktan Cair
Menurutnya, sesuai peraturan, mikanisme serapan anggaran di triwulan pertama sebesar 15 persen, triwulan kedua 35 persen, triwulan ketiga 15 persen, baru triwulan keempat sebesar 35 persen dari total anggaran yang ada.
”Tahun 2016 ini kami mendaptkan anggaran dari APBD Sumenep sebesar Rp 2,8 miliar. Sedangkan dari APBN mencapai 28 miliar,” jelasnya.
Khusus anggaran yang bersumberkan dari APBD, lanjutnya, direalisasikan untuk program yang bersifat pembinaan kelembagaan, seperti Kelompok Tani, dan Kelompok Wanita Tani.
Sementara anggaran yang bersumber dari dana APBN, akan direalisasikan untuk pengadaan sarana dan prasarana, seperti pengadaan benih, hand traktor, hingga pengadaan peralatan dan pengelolaan pasca panen.
"Khusus pengadaan sarana dan prasarana, kami ambilkan dari dana APBN, mulai dari on fam hingga of fam," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
”Alhamdulillah untuk triwulan ke tiga, serapan anggaran mencapai 75 persen,” ujar Kepala Disperta Sumenep, Bambang Herianto. Sabtu, (10/09/2016).
BACA JUGA :
Disperta Sumenep Optimis Serapan Gabah Capai Target
Disperta Sumenep Pastikan Bantuan Penguatan Modal Poktan Cair
Menurutnya, sesuai peraturan, mikanisme serapan anggaran di triwulan pertama sebesar 15 persen, triwulan kedua 35 persen, triwulan ketiga 15 persen, baru triwulan keempat sebesar 35 persen dari total anggaran yang ada.
”Tahun 2016 ini kami mendaptkan anggaran dari APBD Sumenep sebesar Rp 2,8 miliar. Sedangkan dari APBN mencapai 28 miliar,” jelasnya.
Khusus anggaran yang bersumberkan dari APBD, lanjutnya, direalisasikan untuk program yang bersifat pembinaan kelembagaan, seperti Kelompok Tani, dan Kelompok Wanita Tani.
Sementara anggaran yang bersumber dari dana APBN, akan direalisasikan untuk pengadaan sarana dan prasarana, seperti pengadaan benih, hand traktor, hingga pengadaan peralatan dan pengelolaan pasca panen.
"Khusus pengadaan sarana dan prasarana, kami ambilkan dari dana APBN, mulai dari on fam hingga of fam," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR