BERITAFAJAR.co – Sejumlah warga di Desa Guluk-Guluk dan Desa Pordapor, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeluh. Sebab, jalan raya y...
BERITAFAJAR.co – Sejumlah warga di Desa Guluk-Guluk dan Desa Pordapor, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeluh. Sebab, jalan raya yang menghubungkan Sumenep-Pamekasan lewat dua desa itu, baru di hotmix sekitar 2015 lalu sudah ambruk.
Berdasarkan informasi yang diterima BeritaFajar.Co, jalan tersebut penuh dengan lubang-lubang menganga dan membahayakan. Bahkan, tidak sedikit warga maupun pengendara yang menjadi korban jatuh akibat jalan rusak.
”Jalan ini baru di hotmix sekitar satu tahun lalu. Tapi sudah ambruk lagi. Kalau soal korban, sering memakan korban. Terutama, pengendara warga yang baru melewatinya selalu menjadi korban,” ujar Ketua Gugus Anti Korupsi Indonesia (GAKI) Sumenep, Moh Farid.
Menurutnya, seharusnya pemerintah daerah segera memberi perhatian terhadap jalan utama menuju Pamekasan lewat jalur Kecamatan Pakong Pamekasan itu. Apalagi, jalan tersebut baru di hotmix sekitar satu tahun lalu.
”Kami menduga bahwa proses pembangunan jalan ini tidak sesuai spek. Buktinya, baru di bangun satu tahun lalu sudah rusak. Bahkan, bisa jadi ini masih belum berumur satu tahun,” ujar mantan aktivis PMII Pamekasan ini.
Melihat adanya kejanggalan itu, pihaknya berjanji akan melakukan investigasi terhadap pembangunan jalan yang sudah rusak itu. Harapannya, pemerintah daerah segera memperbaikinya agar tidak ada korban lagi. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Berdasarkan informasi yang diterima BeritaFajar.Co, jalan tersebut penuh dengan lubang-lubang menganga dan membahayakan. Bahkan, tidak sedikit warga maupun pengendara yang menjadi korban jatuh akibat jalan rusak.
”Jalan ini baru di hotmix sekitar satu tahun lalu. Tapi sudah ambruk lagi. Kalau soal korban, sering memakan korban. Terutama, pengendara warga yang baru melewatinya selalu menjadi korban,” ujar Ketua Gugus Anti Korupsi Indonesia (GAKI) Sumenep, Moh Farid.
Menurutnya, seharusnya pemerintah daerah segera memberi perhatian terhadap jalan utama menuju Pamekasan lewat jalur Kecamatan Pakong Pamekasan itu. Apalagi, jalan tersebut baru di hotmix sekitar satu tahun lalu.
”Kami menduga bahwa proses pembangunan jalan ini tidak sesuai spek. Buktinya, baru di bangun satu tahun lalu sudah rusak. Bahkan, bisa jadi ini masih belum berumur satu tahun,” ujar mantan aktivis PMII Pamekasan ini.
Melihat adanya kejanggalan itu, pihaknya berjanji akan melakukan investigasi terhadap pembangunan jalan yang sudah rusak itu. Harapannya, pemerintah daerah segera memperbaikinya agar tidak ada korban lagi. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR