BERITAFAJAR.CO - Nasib Pedagang Kaki Lima (PKL) pasca relokasi dari Taman Bunga ke sekitar area Lapangan Giling, Sumenep, Madura Jawa Timur...
BERITAFAJAR.CO - Nasib Pedagang Kaki Lima (PKL) pasca relokasi dari Taman Bunga ke sekitar area Lapangan Giling, Sumenep, Madura Jawa Timur, belum ada kejelasan. Bahkan, rencana kembali menempati Taman Bunga secara paksa, gagal karena dihadang petugas Satpol PP setempat.
Sejumlah PKL mengibaratkan posisi dirinya adalah sebagai jamu. Jamu yang rasanya pahit sekali, dibutuhkan semua orang di kala sakit, namun dijauhi orang di kala sehat. Begitulah nasib yang menimpa para Pedagang Kaki Lima.
BACA JUGA :
PKL Vs Satpol PP Sumenep Nyaris Bentrok
Bupati Sumenep : PKL Tetap di Area Giling
Akhirnya PKL Sweeping Kantor Bupati-Wabup Sumenep
Ingin Kembali Ke TB, Ratusan PKL Duduki Pemkab Sumenep
Ketika musim kampanye, semua calon penguasa merapat saat kampanye, menjadi tempat tujuan masyarakat membeli barang kebutuhan, tapi di sisi lain dianggap biang kemacetan lalu lintas dan memperburuk wajah kota karena menggelar aturan yang dibuat.
Adu jotos antara PKL dan petugas penegak Peraturan Daerah, Satpol PP, tidak bisa bisa dihindari pada Jumat (12/8/2016) malam, ketika para PKL berusaha menempati kembali Taman Bunga, tempat mengais rejeki sesuap nasi. Namun, usaha mereka gagal karena dihadang petugas atas nama perintah.
Akhirnya, melalui negosiasi yang dimediasikan Kapolres Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana, bersepakat bahwa Minggu, (14/08/2016) akan berkomunikasi dan berdiskusi secara langsung antara Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim
Ketua Gerakan Anti Korupsi Indonesia (Gaki), Ahmad Farid yang mengawal persoalan PKL sejak awal, mengatakan, bahwa hari Minggu Bupati secara langsung akan menemuinya semua PKL.
”Bupati akan memberikan keputusan kepada kami, kalaupun keputusannya itu tetap di lapangan Giling, kami akan tetap menempati jualan disini (Jl. dr. Soetomo)," ujarnya.
Kepala Kepolisian Resort Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana, membenarkan jika PKL akan menyampaikan aspirasinya kepada Bupati pada hari Minggu.
"Karena jadwal Bupati yang begitu padat, sehingga Minggu bisa meluangkan waktunya dengan PKL" pungkasnya.
Sambil menunggu kebijakan dari Bupati Sumenep, ratusan PKL yang telah dipindah ke sekitar Giling Sumenep, menitipkan rombong dagangan mereka di sekitar bekas kantor Dinas Kesehatan Sumenep. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Sejumlah PKL mengibaratkan posisi dirinya adalah sebagai jamu. Jamu yang rasanya pahit sekali, dibutuhkan semua orang di kala sakit, namun dijauhi orang di kala sehat. Begitulah nasib yang menimpa para Pedagang Kaki Lima.
BACA JUGA :
PKL Vs Satpol PP Sumenep Nyaris Bentrok
Bupati Sumenep : PKL Tetap di Area Giling
Akhirnya PKL Sweeping Kantor Bupati-Wabup Sumenep
Ingin Kembali Ke TB, Ratusan PKL Duduki Pemkab Sumenep
Ketika musim kampanye, semua calon penguasa merapat saat kampanye, menjadi tempat tujuan masyarakat membeli barang kebutuhan, tapi di sisi lain dianggap biang kemacetan lalu lintas dan memperburuk wajah kota karena menggelar aturan yang dibuat.
Adu jotos antara PKL dan petugas penegak Peraturan Daerah, Satpol PP, tidak bisa bisa dihindari pada Jumat (12/8/2016) malam, ketika para PKL berusaha menempati kembali Taman Bunga, tempat mengais rejeki sesuap nasi. Namun, usaha mereka gagal karena dihadang petugas atas nama perintah.
Akhirnya, melalui negosiasi yang dimediasikan Kapolres Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana, bersepakat bahwa Minggu, (14/08/2016) akan berkomunikasi dan berdiskusi secara langsung antara Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim
Ketua Gerakan Anti Korupsi Indonesia (Gaki), Ahmad Farid yang mengawal persoalan PKL sejak awal, mengatakan, bahwa hari Minggu Bupati secara langsung akan menemuinya semua PKL.
”Bupati akan memberikan keputusan kepada kami, kalaupun keputusannya itu tetap di lapangan Giling, kami akan tetap menempati jualan disini (Jl. dr. Soetomo)," ujarnya.
Kepala Kepolisian Resort Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana, membenarkan jika PKL akan menyampaikan aspirasinya kepada Bupati pada hari Minggu.
"Karena jadwal Bupati yang begitu padat, sehingga Minggu bisa meluangkan waktunya dengan PKL" pungkasnya.
Sambil menunggu kebijakan dari Bupati Sumenep, ratusan PKL yang telah dipindah ke sekitar Giling Sumenep, menitipkan rombong dagangan mereka di sekitar bekas kantor Dinas Kesehatan Sumenep. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR