SUMENEP – Sebanyak 15 perwakilan dari Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam aksi demonstrasi, Kamis (11/8/2016) diperkenankan untuk masuk ke kantor...
SUMENEP – Sebanyak 15 perwakilan dari Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam aksi demonstrasi, Kamis (11/8/2016) diperkenankan untuk masuk ke kantor Pemkab Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Namun, ketika berada di ruangan itu, bukan ditemui oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Para PKL ditemui Ketua Tim Relokasi PKL Saiful Bahri, yang juga Kepala Disperindag, dan Asisten I Pemkab Sumenep, Sustono.
Korlap Aksi, Ahmad Farid meminta kepada perwakilan dari Pemkab, agar Bupati atau wakil bupati langsung menemui massa. Jika tidak, maka peserta aksi akan melakukan pengecekan ke ruang masing-masing orang nomor satu di Sumenep.
”Jika hanya mau berwacana, tidak ada kebijakan dan keputusan bahwa PKL diperbolehkan menempati kembali ke tempat semula, sudah cukup. Tidak perlu berdiskusi kembali,” tandasnya
Sementara itu, Asisten I Pemkab Sumenep, Sustono mengatakan, Bupati Sumenep, A Busyro Karim tidak bisa menemui PKL karena sedang sakit. Sedangkan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi juga tidak bisa menemui karena sedang menjalankan tugas ke luar negeri.
”Sedangkan Sekretaris Daerah, Hadi Soetarto, juga tidak bisa menemui karena sedang menghadiri kegiatan Sosialisasi Pilkades Serentak dan Pergantian Antar Waktu (PAW) kepala desa,” tandasnya.
Beberapa saat kemudian, para PKL melihat sendiri ke ruangannya. Mereka langsung mengecek ruangan masing-masing. Namun sayangnya, dua ruangan yakni Bupati dan Wakil Bupati ternyata sudah terkunci. (*)
Pewarta : Ahmadi
Namun, ketika berada di ruangan itu, bukan ditemui oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Para PKL ditemui Ketua Tim Relokasi PKL Saiful Bahri, yang juga Kepala Disperindag, dan Asisten I Pemkab Sumenep, Sustono.
Korlap Aksi, Ahmad Farid meminta kepada perwakilan dari Pemkab, agar Bupati atau wakil bupati langsung menemui massa. Jika tidak, maka peserta aksi akan melakukan pengecekan ke ruang masing-masing orang nomor satu di Sumenep.
”Jika hanya mau berwacana, tidak ada kebijakan dan keputusan bahwa PKL diperbolehkan menempati kembali ke tempat semula, sudah cukup. Tidak perlu berdiskusi kembali,” tandasnya
Sementara itu, Asisten I Pemkab Sumenep, Sustono mengatakan, Bupati Sumenep, A Busyro Karim tidak bisa menemui PKL karena sedang sakit. Sedangkan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi juga tidak bisa menemui karena sedang menjalankan tugas ke luar negeri.
”Sedangkan Sekretaris Daerah, Hadi Soetarto, juga tidak bisa menemui karena sedang menghadiri kegiatan Sosialisasi Pilkades Serentak dan Pergantian Antar Waktu (PAW) kepala desa,” tandasnya.
Beberapa saat kemudian, para PKL melihat sendiri ke ruangannya. Mereka langsung mengecek ruangan masing-masing. Namun sayangnya, dua ruangan yakni Bupati dan Wakil Bupati ternyata sudah terkunci. (*)
Pewarta : Ahmadi
KOMENTAR