BERITAFAJAR.CO – Menjelang lebaran Ketupat, sejumlah wisatawan dari berbagai daerah baik dari Madura sendiri maupun luar Madura, mulai berd...
BERITAFAJAR.CO – Menjelang lebaran Ketupat, sejumlah wisatawan dari berbagai daerah baik dari Madura sendiri maupun luar Madura, mulai berdatangan memadati pantai wisata Gili Labak, Kecamatan Dungke, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Kedatangan wisatawan uuntuk bersantai ria menikmati liburan ke pantai wisata yang terkenal cukup indah di Pulau Gili Labak. Namun, alat transportasi menuju tempat wisata tersebut masih sangat terbatas. Bahkan sangat membahayakan karena menggunakan perahu yang tanpa pengamanan.
Salah satu warga, Syarqowi mengatakan, semakin mendekati hari raya ketupat, memang semakin banyak wisatawan yang mendatangi lokasi pantai Gili Labak. Mereka datang dari berbagai daerah di baik dari Madura sendiri maupun luar madura.
”Memang cukup banyak wisatawan yang datang dengan menggunakan pelabuhan rakyat di Dungket. Namun, sayangnya, alat transportasi laut berupa perahu kecil yang digunakan sangat berbahaya dan tanpa pengamanan,” terang Syarqowi, Minggu (10/7/2016).
Menurutnya, seharunya Pemerintah Kabupaten Sumenep, dalam hal ini Disbudparpora tidak menutup mata terhadap keselamatan para wisatawan. Jika wisatawan tidak selamat karena kelalain dari pemerintah untuk memperhatikan keselamatan, pasti akan mengurangi pengunjung kedepannya.
”Sampai hari ini, perahu-perahu itu, tidak mengantongi surat jalan dari sebandar. Justru, yang menjadi pertanyaan kenapa dari pihak penegak hukum seperti Satpol Air tidak bertindak tegas. Selain itu, lebih ironi lagi, surat-surat justru dikeluarkan oleh Guskopal. Padahal kewengan syahbandar,” tandasnya.
Pihaknya meminta, wakil rakyak.diharapkan segera menikndaklanjutnya persoalan tersebut. Sebab, jika tidak segera dibenahi maka pelayanan transpotasi ke pulau Gililabak akan tetap amburadul. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Kedatangan wisatawan uuntuk bersantai ria menikmati liburan ke pantai wisata yang terkenal cukup indah di Pulau Gili Labak. Namun, alat transportasi menuju tempat wisata tersebut masih sangat terbatas. Bahkan sangat membahayakan karena menggunakan perahu yang tanpa pengamanan.
Salah satu warga, Syarqowi mengatakan, semakin mendekati hari raya ketupat, memang semakin banyak wisatawan yang mendatangi lokasi pantai Gili Labak. Mereka datang dari berbagai daerah di baik dari Madura sendiri maupun luar madura.
”Memang cukup banyak wisatawan yang datang dengan menggunakan pelabuhan rakyat di Dungket. Namun, sayangnya, alat transportasi laut berupa perahu kecil yang digunakan sangat berbahaya dan tanpa pengamanan,” terang Syarqowi, Minggu (10/7/2016).
Menurutnya, seharunya Pemerintah Kabupaten Sumenep, dalam hal ini Disbudparpora tidak menutup mata terhadap keselamatan para wisatawan. Jika wisatawan tidak selamat karena kelalain dari pemerintah untuk memperhatikan keselamatan, pasti akan mengurangi pengunjung kedepannya.
”Sampai hari ini, perahu-perahu itu, tidak mengantongi surat jalan dari sebandar. Justru, yang menjadi pertanyaan kenapa dari pihak penegak hukum seperti Satpol Air tidak bertindak tegas. Selain itu, lebih ironi lagi, surat-surat justru dikeluarkan oleh Guskopal. Padahal kewengan syahbandar,” tandasnya.
Pihaknya meminta, wakil rakyak.diharapkan segera menikndaklanjutnya persoalan tersebut. Sebab, jika tidak segera dibenahi maka pelayanan transpotasi ke pulau Gililabak akan tetap amburadul. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR