BERITAFAJAR.CO – Sejumlah warga di Dusun Talambung Daja, Desa Gadu Barat, Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur, memulai menggarap lahan unt...
BERITAFAJAR.CO – Sejumlah warga di Dusun Talambung Daja, Desa Gadu Barat, Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur, memulai menggarap lahan untuk ditenami tembakau. Meski masih suasanan lebaran, warga tetap menanam yang beberapa tahun lalu dikenal dengan ’Daun Emas’.
”Sekarang sudah musim tembakau. Ya, meski lebaran tetap tanam. Siapa tahu, keberentungan dari tembakau bisa berpihak kepada kami sebagai petani,” ujar Bai, warga Gadu Timur, ketika berbincang-bincang dengan wartawan, Minggu (10/7/206).
Menurutnya, warga menggarap sawahnya untuk ditanami tembakau karena telah memprediksi musim telah berganti pada musim kemarau. Sehingga, warga berduyun-duyun menanam daun emas itu. Jika pun nanti tetap hujan, itu sebagai kehendak yang Maha Kuasa.
Demikian juga Moh Rikwan, warga Desa Basoka, Kecamatan Rubaru. Pria dua anak ini memang sengaja telah menanam tembakau. Sebab, dia yakin bahwa saat ini sudah memasuki musim kemarau sehingga secepatnya segera menanam.
”Kalau misalnya ada tamu datang ke rumah, pasti kami pulang. Jadi, walau sekarang masih belaran, bukan berarti hanya duduk di rumah menunggu tamu, kalau tidak ada tamu, masak santai terus. Jadi tanam tembakau saja. Semoga mahal,” harapnya. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
”Sekarang sudah musim tembakau. Ya, meski lebaran tetap tanam. Siapa tahu, keberentungan dari tembakau bisa berpihak kepada kami sebagai petani,” ujar Bai, warga Gadu Timur, ketika berbincang-bincang dengan wartawan, Minggu (10/7/206).
Menurutnya, warga menggarap sawahnya untuk ditanami tembakau karena telah memprediksi musim telah berganti pada musim kemarau. Sehingga, warga berduyun-duyun menanam daun emas itu. Jika pun nanti tetap hujan, itu sebagai kehendak yang Maha Kuasa.
Demikian juga Moh Rikwan, warga Desa Basoka, Kecamatan Rubaru. Pria dua anak ini memang sengaja telah menanam tembakau. Sebab, dia yakin bahwa saat ini sudah memasuki musim kemarau sehingga secepatnya segera menanam.
”Kalau misalnya ada tamu datang ke rumah, pasti kami pulang. Jadi, walau sekarang masih belaran, bukan berarti hanya duduk di rumah menunggu tamu, kalau tidak ada tamu, masak santai terus. Jadi tanam tembakau saja. Semoga mahal,” harapnya. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR