BERITAFAJAR.CO - Beberapa tahun lalu, APBD Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan dana keseluruhan Rp 24 miliar kepada Pemerintah Kabupaten...
BERITAFAJAR.CO - Beberapa tahun lalu, APBD Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan dana keseluruhan Rp 24 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura.
Bantuan tersebut direncanakan untuk pengadaan satu unit kapal sebagai alat transportasi laut masyarakat kepualauan. Namun, hingga kini masih belum terealisasi.
Anggota komisi III DPRD Sumenep, Ach Zainurrahman menjelaskan, bahwa bantuan dari APBD provinsi jawa timur sudah di cairkan dalam dua tahap yaitu Rp 10 milliar pada tahun 2012 dan Rp 14 milliar pada tahun berikutnya yakni pada 2013.
"Dana batuan APBD provinsi tersebut untuk pengadaan satu unit kapal. Semestinya jadwalnya minimal harus sudah ada langkah kongkrit sesuai dengan komitmen awal ketika ada audiensi dari masyarakat kepulauan di gedung VIP DPRD Sumenep," ujarnya, Selasa (12/7/2016).
Pengadaan kapal pada tahun kemarin, lanjutnya, tidak terlaksana karena memang terkendala dengan multi years (pergantian bupati). Sehingga, pada tahun 2016 ini harus sudah terealisasi. Minimal ada langkah konkrit, setidak-tidaknya tender sudah di mulai karena dananya sudah ada meski bertahun-tahun belum ada bukti.
"Semestinya, 2017 masyarakat kepulauan sudah bisa menikmatinya. Sekarang tinggal menunggu keseriusan Pemkab Sumenep untuk mewujudkan kapal tersebut dan menganggarkan kekurangannya," pungkasnya penuh harap. (*)
Pewarta : Ahmadi
Sumeber : beritafajar.co
Bantuan tersebut direncanakan untuk pengadaan satu unit kapal sebagai alat transportasi laut masyarakat kepualauan. Namun, hingga kini masih belum terealisasi.
Anggota komisi III DPRD Sumenep, Ach Zainurrahman menjelaskan, bahwa bantuan dari APBD provinsi jawa timur sudah di cairkan dalam dua tahap yaitu Rp 10 milliar pada tahun 2012 dan Rp 14 milliar pada tahun berikutnya yakni pada 2013.
"Dana batuan APBD provinsi tersebut untuk pengadaan satu unit kapal. Semestinya jadwalnya minimal harus sudah ada langkah kongkrit sesuai dengan komitmen awal ketika ada audiensi dari masyarakat kepulauan di gedung VIP DPRD Sumenep," ujarnya, Selasa (12/7/2016).
Pengadaan kapal pada tahun kemarin, lanjutnya, tidak terlaksana karena memang terkendala dengan multi years (pergantian bupati). Sehingga, pada tahun 2016 ini harus sudah terealisasi. Minimal ada langkah konkrit, setidak-tidaknya tender sudah di mulai karena dananya sudah ada meski bertahun-tahun belum ada bukti.
"Semestinya, 2017 masyarakat kepulauan sudah bisa menikmatinya. Sekarang tinggal menunggu keseriusan Pemkab Sumenep untuk mewujudkan kapal tersebut dan menganggarkan kekurangannya," pungkasnya penuh harap. (*)
Pewarta : Ahmadi
Sumeber : beritafajar.co
KOMENTAR