body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

$show=home

Bocah di Sumenep Hidup di Gubuk Reot Bersama Foto Alm Ibunya

SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Bocah berumur 15 tahun, Achmad Rudi Hartono, bertahan hidup di  gubuk tua di Desa Batuan, Kecamatan Batuan,...











SUMENEP (BeritaFajar.Co) – Bocah berumur 15 tahun, Achmad Rudi Hartono, bertahan hidup di  gubuk tua di Desa Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. Gubuk itu merupakan peninggalan ibunya yang sudah meninggal dunia dua tahun yang lalu.

Awalnya, gubuk itu adalah tempat mereka mencari nafkah yang sekaligus jadi tempat berteduh. Namun, saat Tuhan memanggil ibunya (Hanifah), dan bapaknya menikah lagi, ia menjadi lelaki yang mandiri dan hidup di gubuk itu.

Kondisi rumah Rudi sungguh memprihatinkan. Di bangunan dari anyaman bambu berdiamter 4×5 itu hanya terdapat kamar yang sering bocor. Lantainya masih tanah, dan memasak juga masih menggunakan tungku bakar. Kadang memakai gas jika ada uang untuk membeli gas.

Rudi memilih bertahan di gubuk itu bersama foto-foto ibunya. Ia tidak mau tinggal dengan ayahnya yang sudah menikah dengan wanita lain dan memiliki anak dari isteri keduanya.

”Saya tidak mau menyusahkan ayah karena dia sudah memiliki dan memilik keluarga sendiri. Saya tinggal di sini merawat rumah peninggalan ibu,” ujarnya ketika disambangi  di gubuk reotnya.

Bocah Kelas 1 SMAN 2 Sumenep itu, belum tersentuh oleh pemerintah di tengah APBD kita itu 2,1 triliun. Beberapa tetangga dekat ingin memperjuangkan nasibnya dengan cara mengajukan permohonan bedah rumah, namun mereka juga bingung bagaimana caranya.

Ah, jangan bermimpi mendapatkan rumah yang layak dari pemerintah, soal listrik saja, Rudi harus numpang kepada tetangganya sendiri agar lampu di gubuknya tetap menyala dan bisa belajar.

“Listrik menumpang kepada tetangga. Mujur, ia diusahakan oleh salah satu gurunya agar tetap sekolah walaupun hidup sebatangkara,” jelas Eka Ferdiansyah, tetangganya.

Eka menambahkan untuk sampai ke sekolah, Rudi harus menahan rasa tidak enak kepada teman-temannya, terutama sahabat yang dekat dengan rumahnya. Sebab setiap hari ia harus menumpang agar sampai ke sekolah.

“Bahkan sudah terbiasa, ia hanya menjadi penonton saat teman-teman sebanyanya jajan di sekolah, ia harus kuat menelan pahit yang ia rasakan menjadi siswa miskin,” ungkapnya seperti dilansir dari Koran Madura.

Eka terus bercerita tentang derita Rudi. Sejatinya, ia ingin sekali membantunya keluar dari derita yang menggurirta. Hendak cari sumbangan dana ingin memperbaiki rumahnya yg hanya dari anyaman bambu itu seolah menemukan jalan buntu. “Sekarang atap rumahnya sudah mulai hancur diterjang angin. Apalagi ketika hujan, sungguh saya tidak tega melihatnya. Ia harus menunggu belas kasihan dari warga untuk makan,” tegasnya.

Eka pun tidak bisa berbuat apa-apa, hendak diajak ke rumahnya, Rudi selalu menolaknya. Sebab ia tidak mau menyusahkan orang lain. Lebih baik ia menanggung beban sendiri daripada menambah beban orang lain. Eka dan tetangga yang lain selalu mengajaknya tinggal bersama, namun selalu menolak. Ia lebih baik berteman dengan sepi di biliknya yang reot itu daripada memberi beban untuk orang lain.

Derita Rudi mengingatkan kita pada kisah anak yang dikisahkan pada Laskar Pelanginya Andrea Herata. Dalam poisis terjepit, anak-anak itu sungguh memiliki cita-cita tinggi untuk terus belajar dan berjuang untuk sekolah. Rudi pun sebaliknya, ditengah himpitan hidup yang menggurita, ia tetap punya asa untuk bisa bersekolah walaupun menjadi siswa yang aneh di antara siswa-siswa yang lain. Sebab di saat yang lain punya uang saku, Rudi harus berangkat dengan kosong, hanya tas kusut dengan peralatan belajar seadanya. Baginya, yang penting ia tetap sekolah dan bisa menjadi siswa berprestasi. Sehingga ia tetap terus bisa sekolah. (*)


KOMENTAR

Name

Headline,974,Hikmah,133,Hukum & Kriminal,118,Hukum amp; Kriminal,161,Internasional,26,Kesehatan,50,Madura,123,Nasional,239,Olahraga,46,Pemerintahan,515,Pendidikan,292,Peristiwa,673,Politik,171,Ramadhan,8,Regional,88,Teknologi,43,Wisata,39,
ltr
item
BERITAFAJAR.CO: Bocah di Sumenep Hidup di Gubuk Reot Bersama Foto Alm Ibunya
Bocah di Sumenep Hidup di Gubuk Reot Bersama Foto Alm Ibunya
BERITAFAJAR.CO
https://beritafajarid.blogspot.com/2016/06/bocah-di-sumenep-hidup-di-gubuk-reot.html
https://beritafajarid.blogspot.com/
https://beritafajarid.blogspot.com/
https://beritafajarid.blogspot.com/2016/06/bocah-di-sumenep-hidup-di-gubuk-reot.html
true
7048981456069747034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy