BERITAFAJAR.CO - Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan membuka Isntitut Sains Dan Teknologi (IST). R...
BERITAFAJAR.CO - Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan membuka Isntitut Sains Dan Teknologi (IST). Rencana itu dipastikan terwujud bersamaan dengan kunjungan Menristekdikti Ke Annuqayah. Selasa, (12/6/2018).
Salah satu Pembina Yayasan Pondok Pesantren Annuqayah KH. Mohammad Husnan mengungkapkan, kedatangan Menristekdikti akan mengisi Orasi Ilmiah dengan tema, ‘Peran dan Strategi Perguruan Tinggi Pesantren Menghadapi Era MEA’.
Setelah orasi Ilmiah, masih menurut Kiai Husnan, akan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti pendidikan IST Annuqayah oleh Menristekdikti Mohammad Nasir.
“Kegiatannya nanti InsyaAllah akan dimulai pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB,” paparnya, Senin, (11/6/2018).
Lebih lanjut, Kiai Husnan mengungkapkan, ikhtiar mendirikan Isntitut Sains dan Teknologi tidak lain untuk menjawab tantangan pendidikan Islam ke depan. Pondok pesantren harus membekali santri dengan pengetahuan agar tidak tertinggal dari sisi sains dan teknologi.
“Merujuk pada kitab Ta’limul Muta’allim, Sains dan Teknologi bagi santri sudah masuk dalam kategori Ilmu Hal. Itu salah satu dari sekian factor pentingnya Institut Sains dan Teknologi di pondok pesantren,” ungkapnya.
Dalam kegiaktan tersebut, nanti akan dihadiri oleh Kiai, Alumni dan simpatisan pondok pesantren se Madura. Kegiatan tersebut bersifat umum. Pihak pesantren menyediakan menu buka puasa gratis. (ibn)
Salah satu Pembina Yayasan Pondok Pesantren Annuqayah KH. Mohammad Husnan mengungkapkan, kedatangan Menristekdikti akan mengisi Orasi Ilmiah dengan tema, ‘Peran dan Strategi Perguruan Tinggi Pesantren Menghadapi Era MEA’.
Setelah orasi Ilmiah, masih menurut Kiai Husnan, akan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti pendidikan IST Annuqayah oleh Menristekdikti Mohammad Nasir.
“Kegiatannya nanti InsyaAllah akan dimulai pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB,” paparnya, Senin, (11/6/2018).
Lebih lanjut, Kiai Husnan mengungkapkan, ikhtiar mendirikan Isntitut Sains dan Teknologi tidak lain untuk menjawab tantangan pendidikan Islam ke depan. Pondok pesantren harus membekali santri dengan pengetahuan agar tidak tertinggal dari sisi sains dan teknologi.
“Merujuk pada kitab Ta’limul Muta’allim, Sains dan Teknologi bagi santri sudah masuk dalam kategori Ilmu Hal. Itu salah satu dari sekian factor pentingnya Institut Sains dan Teknologi di pondok pesantren,” ungkapnya.
Dalam kegiaktan tersebut, nanti akan dihadiri oleh Kiai, Alumni dan simpatisan pondok pesantren se Madura. Kegiatan tersebut bersifat umum. Pihak pesantren menyediakan menu buka puasa gratis. (ibn)

KOMENTAR