Komisioner KPU Jawa Timur, Devisi Teknis, Mohammad Arbayanto
BERITAFAJAR.CO - Kesadaran masyarakatan untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub Jawa Timur, sangat penting. Sehingga, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur (Jatim), menggelar sosialisasi pendidikan dan partisipasi masyarakat di wilayah terpencil di Desa Gedang-gedang, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jumat (4/5/2018).
Komisioner KPU Jawa Timur, Devisi Teknis, Mohammad Arbayanto mengatakan, turun langsung ke Sumenep ingin memastikan hingga akar rumput mengetahui pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pada 27 Juni 2018 mendatang.
"Pemahaman masyarakat tentang pola dan tatacara dalam pemilihan hingga ke polosok desa secara utuh dan komprehensif, mulai dari tahapan, hingga aturan-aturannya juga menjadi rentetan target KPU," terangnya.
Menurutnya, dari sisi tahapan, masyarakat penting untuk mengetahui hari, tanggal dan waktu pelaksanan pemungutan suara terhadap dua pasangan calon yang sudah ditetapkan KPU Jatim, kita harapkan meraka tahu siapa saja calon Gubernur dan Wakil Gubernur.
Turun langsung ke masyarakat juga untuk memastikan masyarakat tahu bahwa saat ini, kedua calon yang bertarung dalam kontestasi sedang memasuki tahapan kampanye.
"Masyarakat harus mengetahui kewajiban mereka untuk menentukan pilihannya berdasarkan tawaran-tawaran program yang diberikan oleh masing-masing paslon," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat di Jawa Timur untuk memerangi politik uang. Sebab, money politic adalah kejahatan dengan ancaman pidana serius.
"Kita bersama harus memerangi money politic (politik uang) dalam memilih calon, kami melakukan solialisasi untuk memberi tahu bahwa money politic itu dilarang, bahkan untuk paslon ancamannya bisa didiskualifikasi bila terbukti, makanya jika ada yang menemukan kejahatan itu, bisa melaporkan ke paswas, KPU untuk ditindak lanjuti," tegasnya.
Dipilihnya tempat sosialisasi di Desa Gedang-gedang, Kecamatan Batu Putih bukan tanpa alasan, desa tersebut dianggapnya sebagai wilayah representatif, sehingga target yang diharapkan menyampaikan sosialisasi hingga tingkatan paling bawah tercapai. (di/ibn).
Komisioner KPU Jawa Timur, Devisi Teknis, Mohammad Arbayanto mengatakan, turun langsung ke Sumenep ingin memastikan hingga akar rumput mengetahui pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pada 27 Juni 2018 mendatang.
"Pemahaman masyarakat tentang pola dan tatacara dalam pemilihan hingga ke polosok desa secara utuh dan komprehensif, mulai dari tahapan, hingga aturan-aturannya juga menjadi rentetan target KPU," terangnya.
Menurutnya, dari sisi tahapan, masyarakat penting untuk mengetahui hari, tanggal dan waktu pelaksanan pemungutan suara terhadap dua pasangan calon yang sudah ditetapkan KPU Jatim, kita harapkan meraka tahu siapa saja calon Gubernur dan Wakil Gubernur.
Turun langsung ke masyarakat juga untuk memastikan masyarakat tahu bahwa saat ini, kedua calon yang bertarung dalam kontestasi sedang memasuki tahapan kampanye.
"Masyarakat harus mengetahui kewajiban mereka untuk menentukan pilihannya berdasarkan tawaran-tawaran program yang diberikan oleh masing-masing paslon," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat di Jawa Timur untuk memerangi politik uang. Sebab, money politic adalah kejahatan dengan ancaman pidana serius.
"Kita bersama harus memerangi money politic (politik uang) dalam memilih calon, kami melakukan solialisasi untuk memberi tahu bahwa money politic itu dilarang, bahkan untuk paslon ancamannya bisa didiskualifikasi bila terbukti, makanya jika ada yang menemukan kejahatan itu, bisa melaporkan ke paswas, KPU untuk ditindak lanjuti," tegasnya.
Dipilihnya tempat sosialisasi di Desa Gedang-gedang, Kecamatan Batu Putih bukan tanpa alasan, desa tersebut dianggapnya sebagai wilayah representatif, sehingga target yang diharapkan menyampaikan sosialisasi hingga tingkatan paling bawah tercapai. (di/ibn).

KOMENTAR