pimpinan KPK rapat dengan DPR
BERITAFAJAR.CO - Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief menjawab keluhan anggota Komisi III DPR tentang operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan hanya dalam kategori uang yang jumlahnya kecil alias recehan. Misalnya, seperti OTT yang terjadi pada mantan Ketua DPD RI Irman Gusman.
Laode mengakui memang dalam penangkapan Irman hanya ada uang Rp 100 juta yang ditangkap. Namun dari perilaku suap itu, bisa menimbulkan kerugian negara besar.
Sebab, modus dari suap itu adalah agar Irman memberi rekomendasi kepada Bulog untuk memberikan jatah impor gula kepada perusahaannya di Sumatera Barat. Kerugian bisa terjadi tiap penjualan gula per kilogramnya.
Di samping itu, Laode pun memamerkan OTT yang terjadi di Kemenhub. Dimana dalam kasus ini Dirjen Perhubungan Laut Tonny Budiono ditangkap KPK.
"OTT di Hublah satu kali ambil Rp 18 miliar plus Rp 2 miliar," kata Laode saat rapat dengar pendapat di Komisi III DPR, Jakarta, Selasa (12/9).
Laode mengatakan, dalam kasus ini sampai 33 ransel isi uang suap. Bahkan, katanya, masih ada uang berserakan di dalam kamar mandi dan kamar tidur sisa dari suap yang tak tertmapung di ransel karena saking banyaknya.
"Jadi ada juga seperti itu, ada juga, tapi jarang terjadi," kata Laode. (rnd/merdeka.com)
Laode mengakui memang dalam penangkapan Irman hanya ada uang Rp 100 juta yang ditangkap. Namun dari perilaku suap itu, bisa menimbulkan kerugian negara besar.
Sebab, modus dari suap itu adalah agar Irman memberi rekomendasi kepada Bulog untuk memberikan jatah impor gula kepada perusahaannya di Sumatera Barat. Kerugian bisa terjadi tiap penjualan gula per kilogramnya.
Di samping itu, Laode pun memamerkan OTT yang terjadi di Kemenhub. Dimana dalam kasus ini Dirjen Perhubungan Laut Tonny Budiono ditangkap KPK.
"OTT di Hublah satu kali ambil Rp 18 miliar plus Rp 2 miliar," kata Laode saat rapat dengar pendapat di Komisi III DPR, Jakarta, Selasa (12/9).
Laode mengatakan, dalam kasus ini sampai 33 ransel isi uang suap. Bahkan, katanya, masih ada uang berserakan di dalam kamar mandi dan kamar tidur sisa dari suap yang tak tertmapung di ransel karena saking banyaknya.
"Jadi ada juga seperti itu, ada juga, tapi jarang terjadi," kata Laode. (rnd/merdeka.com)

KOMENTAR