BERITAFAJAR.CO - Salah satu p royek pekerjaan jalan raya yang dibiayai melalui alokasi dana desa (ADD) 2017 di Dusun Guluk-Guluk Timur ...
BERITAFAJAR.CO - Salah satu proyek pekerjaan jalan raya yang dibiayai melalui alokasi dana desa (ADD) 2017 di Dusun Guluk-Guluk Timur bagian utara dan pekerjaan jalan di Dusun Klabaan Laok, Desa/Kecamatan Guluk-Guluk dinilai tidak transparan. Indikasinya, tidak dipasangi prasasti atau papan nama saat pekerjaan berlangsung.
Kondisi
tersebut memicu kegaduhan sosial. Salah satunya adanya klaim jika dua pekerjaan proyek tersebut diklaim milik salah satu anggota
dewan yang dibiayai melalui dana pokok pikiran rakyat (Pokir) atau dana jaring
aspirasi nasyarakat (Jasmas).
"Desas
desus di masyarakat, program itu diklaim milik
salah satu anggota dewan berinisial Z,"
kata tokoh masyarakat Desa/Kecamatan Guluk Subli Bangal, saat ditemui di Kantor
Kecamatan Guluk-Guluk, Jum'at, (22/9/2017).
Subli
menyayangkan ketidak transparan pekerjaan tersebut. Sehingga, terkesan
memberikan peluang bagi pekerja atau pemborong untuk berprilaku yang mengarah
kepada tindak pidana korupsi.
Tidak hanya
itu, pekerjaan jalan yang masih tahap penyelesaian diduga dikerjaan
asal-asalan.
"Kemarin
sempat dibongkar oleh warga, karena diduga tidak sesuai RAB," jelasnya.
Selai itu, lanjut Subli, tindakan tersebut telah melanggar
Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi
Publik.
Tahun ini
anggaran dana Pokir sekitar Rp 60 miliar, dengan
komposisi setiap anggota dewan memperoleh anggaran Pokir Rp1,2 miliar. Jumlah
wakil rakyat digedung parlemen itu sebanyak 50 orang.
Terpisah
Camat Guluk-Guluk Sutrisno menegaskan jika dua proyek itu dibiayai melalui ADD
tahun 2017.
"Bukan
(milik anggota dewan), itu tadi pernyataan dari H. Suhdi (BPD) tadi,"
katanya.
Ditanya
adanya temuan tidak sesuai RAB, pihaknya mengaku akan segera menindaklanjuti.
Jika benar, terpaksa harus dibingkar ulang.
"Jangan
menambah volume kalau belum selesai di ini, begitu kan, sebaiknya dibongkar
lagi," jelasnya.
Untuk
memastikan, dalan waktu dekat pihaknya akan melakukan peninjauan ke lokasi
pekerjaan.
"Nanti
kesipan dulu, itu harus bongkar ulang, karena saya tahunya sudah
belakangan," tegasnya. (di/ibn)

KOMENTAR