Klinik Pratama Barokah memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat derajat kesehatan masyarakat. (Foto Ibnu Toha / Berita Fajar)
BERITAFAJAR.CO - Keberadaan Klinik Kesehatan Pratama
Barokah di Jalan Raya Ambunten, Desa Tambaagung, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang selalu memberikan
pelayanan kesehatan secara maksimal terhadap masyarakat sekitar, menjadi
harapan bersama.
Berdasarkan pantauan, Rabu
(20/9/2017), Klinik Pratama Barokah yang terletak
di pesisir pantai Ambunten itu, selalu memberikan pelayanan kesehatan prima.
Makanya, tidak heran jika pasien datang berobat dan melakukan rawat inap di
klinik tersebut tidak hanya dari satu Kecamatan Ambunten saja.
Hasil penelusuran, terdapat
pasien datang berobat dan rawat inap dari Kecamatan Dasuk, Kecamatan Rubaru,
Kecamatan Pasongsongan. Bahkan, sebagian ada yang datang dari Kecamatan Pasean
Kabupaten Pamekasan.
”Kami mengobati anak dan
dirawat inap di sini, karena layanan yang tidak setengah-setengah. Bahkan, tiap
keluhan langsung ditangani oleh perawat atau dokter langsung,” ujar Ipto, warga
asal Kecamatan Rubaru yang sedang merawat anaknya karena terkena typus.
Klinik
Pratama Barokah memiliki peran yang
sangat strategis dalam upaya mempercepat derajat kesehatan masyarakat. Bahkan,
lebih dari empat tahun berdiri, hingga kini masih tetap memberikan pelayanan
maksimal terhadap pasien.
Direktur Klinik Pratama
Barokah, dr Fatoni mengatakan, keberadaan klinik pratama barokah akan selalu
beriringan sumpah setia seorang dokter, bahwa akan membaktikan hidup guna
kepentingan perikemanusiaan.
”Klinik barokah ini akan
menjalankan tugas dengan cara yang terhormat. Bahkan, akan memelihara dengan
sekuat tenaga martabat dan sesuai dengan fungsi dari klinik yang untuk
memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ujar Direktur Klinik Barokah,
dr Fatoni.
Meski Klinik Pratama Barokah
dikelola swasta, tetapi tetap memberikan layanan terhadap pasien yang
menggunakan Kartu Indonesia Sehat, JKN, Jamkesmas, sesuai dengan peraturan
pemerintah daerah. (ibnu toha)

KOMENTAR