Ketua MPR RI ketika melakukan sosialisasi kepada tenaga Honorer k2 di Sumenep Madura Jatim. (FOTO /Ahmadi /Berita Fajar)
BERITAFAJAR.CO - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Zulkifli Hasan menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, bersama Forum Honorer K2 Sumenep, di Graha Adipoday. (18/9/2017).
Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NKRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR Negara Kesatuan Republik Indonesia Sebagai Bentuk Negara Bhineka Tunggal Ika yang merupakan Semboyan Negara.
“Agar kehidupan bangsa Indonesia semakin kukuh, hendaknya segenap komponen bangsa, disamping memahami dan melaksanakan Pancasila, juga secara konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainnya, yakni UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.
Terkait tenaga guru honorer K2 di Sumenep, pihaknya akan menyampaikan aspirasi guru guru honorer ke DPR-RI.
"Aspirasi ini akan kami bawa ke DPR-RI, mudah-mudahan guru-guru honorer K2 bisa jadi PNS semua" tuturnya, saat memberi sambutan sosialisasi 4pilar kebangsaan.
Sementara, Ketua Forum Guru Honorer K2 Sumenep, Abd Rahman mengatakan, kesenjangan dan kesejahteraan guru honorer harus benar-benar diperhatikan pemerintah.
"Tugas kami sama dengan ASN, bahkan bisa-bisa melebihi dalam mengajar karena 24 jam, sementara honor kami hanya Rp 350 ribu perbulan, kita punya anak istri, terus kita mau makan apa dengan gaji segitu," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mendorong adanya regulasi baru, sehingga kesejahtetaan para guru honorer di bumi Sumekar diperhatikan.
"Kita ingin gaji kami UMK, makanya kita dorong agar Pemda membuat regulasi itu," tandasnya. (di/ibn)
Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NKRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR Negara Kesatuan Republik Indonesia Sebagai Bentuk Negara Bhineka Tunggal Ika yang merupakan Semboyan Negara.
“Agar kehidupan bangsa Indonesia semakin kukuh, hendaknya segenap komponen bangsa, disamping memahami dan melaksanakan Pancasila, juga secara konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainnya, yakni UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.
Terkait tenaga guru honorer K2 di Sumenep, pihaknya akan menyampaikan aspirasi guru guru honorer ke DPR-RI.
"Aspirasi ini akan kami bawa ke DPR-RI, mudah-mudahan guru-guru honorer K2 bisa jadi PNS semua" tuturnya, saat memberi sambutan sosialisasi 4pilar kebangsaan.
Sementara, Ketua Forum Guru Honorer K2 Sumenep, Abd Rahman mengatakan, kesenjangan dan kesejahteraan guru honorer harus benar-benar diperhatikan pemerintah.
"Tugas kami sama dengan ASN, bahkan bisa-bisa melebihi dalam mengajar karena 24 jam, sementara honor kami hanya Rp 350 ribu perbulan, kita punya anak istri, terus kita mau makan apa dengan gaji segitu," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mendorong adanya regulasi baru, sehingga kesejahtetaan para guru honorer di bumi Sumekar diperhatikan.
"Kita ingin gaji kami UMK, makanya kita dorong agar Pemda membuat regulasi itu," tandasnya. (di/ibn)

KOMENTAR