BERITAFAJAR.CO - Secara mendadak, puluhan mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan, menggelar pert...
BERITAFAJAR.CO - Secara mendadak, puluhan mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan, menggelar pertemuan secara mendadak di Trotoar Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (13/7/2017) malam.
Alumni PMII Pamekasan yang berdomisili di Sumenep bertemu mengangkat tema diskusi "PMII Berteman di Bumi Sumekar" berlangsung akrab.
Pertemuan itu, bertujuan untuk merajut kembali kemesraan insan pergerakan. Meluruskan dan mengingatkan kembali tentang amaliyah Nilai Dasar Pergerakan (NDP) dalam aksi nyata dengan melebur diri di tengah masyarkat.
"Idealisme tetap wajib terpatri dalam jiwa kita walaupun bermacam profesi sebaran alumni. Baik yang jadi guru, pengusaha, LSM, insan pers, legeslator, birokrasi, da'i dan lain sebagainya," kata Badrul Arrozi.
Ditegaskan, kalau tetap berpegang pada NDP maka bertemu dengan sahabat-sahabat PMII yang berbeda tempat pun pastilah tidak akan ada kless.
"Kalau ada perbedaan pemahaman maka kita tinggal melihat siapa kader yang tetap di riil PMII siapa yg sudah menyimpang karena 'adanya kepentingan' misalnya," sambung mantan ketua PC PMII Pamekasan tahun 2003-2004 ini.
Ditegaskan Badrul, selama sahabat-sahabat dalam frame idealisme dan kebenaran maka tetap pakai motto tangan terkepal dan maju ke muka biar terbukti menjadi dzikir, fikir dan amal Sholeh. (di/ibn)
Alumni PMII Pamekasan yang berdomisili di Sumenep bertemu mengangkat tema diskusi "PMII Berteman di Bumi Sumekar" berlangsung akrab.
Pertemuan itu, bertujuan untuk merajut kembali kemesraan insan pergerakan. Meluruskan dan mengingatkan kembali tentang amaliyah Nilai Dasar Pergerakan (NDP) dalam aksi nyata dengan melebur diri di tengah masyarkat.
"Idealisme tetap wajib terpatri dalam jiwa kita walaupun bermacam profesi sebaran alumni. Baik yang jadi guru, pengusaha, LSM, insan pers, legeslator, birokrasi, da'i dan lain sebagainya," kata Badrul Arrozi.
Ditegaskan, kalau tetap berpegang pada NDP maka bertemu dengan sahabat-sahabat PMII yang berbeda tempat pun pastilah tidak akan ada kless.
"Kalau ada perbedaan pemahaman maka kita tinggal melihat siapa kader yang tetap di riil PMII siapa yg sudah menyimpang karena 'adanya kepentingan' misalnya," sambung mantan ketua PC PMII Pamekasan tahun 2003-2004 ini.
Ditegaskan Badrul, selama sahabat-sahabat dalam frame idealisme dan kebenaran maka tetap pakai motto tangan terkepal dan maju ke muka biar terbukti menjadi dzikir, fikir dan amal Sholeh. (di/ibn)

KOMENTAR