Salah satu jalan desa yang berada di Dusun Tononggul Desa Montorna masih belum mendapatkan pengaspalan. (foto warga for beritafajar)
BERITAFAJAR.CO - Keberadaan infrastruktur
jalan yang belum mendapatkan perbaikan, di tengah-tengah pemerintah mengucurkan
dana besar berupa dana desa, menjadi keprihatinan warga di Desa Montorna,
Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Warga tentu saja tetap
berharap kepada pemerintah daerah terutama pemerintah desa agar infrastruktur
jalan diperbaiki. Jika infrastruktur jalan dibiarkan rusak, maka masyarakat
kecil menjadi korban. Mereka harus merasakan akses jalan yang tidak
menguntungkan warga.
Salah satu tokoh pemuda, Adi
Haryanto mengatakan, salah satu jalan di Dusun Tanunggul dan Berkongan sangat
memprihatinkan. Bahkan, seakan tidak tersentuh pembangunan desa sama sekali.
”Pemerintah daerah atau
pemerintah desa diharapkan segera memperbaiki jalan desa tersebut. Sebab,
sangat membahayakan bagi para pengendara baik roda dua maupun roda empat,” ujar
Adi Haryanto, salah satu tokoh pemuda di wilayah tersebut.
Diakuinya, infrastruktur
jalan merupakan akses utama masyarakat ke mana saja sehingga sangat dibutuhkan.
Ketika akan ke pasar, akan menjual hasil panen dari pertanian, sangat
memprihatinkan. Ketika akan mengantarkan anak ke sekolah, atau siswa akan ke
sekolah, tentu sangat kesulitan ketika jalan dibiarkan rusak.
”Makanya, penting disegerakan
untuk diperbaiki sehingga kemajuan bagi masyarakat Montorna dapat segera
dinikmati masyarakat secara umum,” terangnya.
Selain itu, jalan menuju Dusun
Lenteng Desa Montorna. Dusun wilayah tenggara Montorna tersebut, mengalami kerusakan yang cukup
memprihatinkan.
Tokoh masyarakat Desa
Montorna, Moh. Fadil mengatakan, keluhan masyarakat terkait dengan jalan yang
rusak cukup parah ini bukan hanya dirasakan oleh masyarakat Montorna sendiri,
tetapi dapat dirasakan oleh siapapun saja ketika akan ke Montorna.
”Harapan kami, kedepan akan
terus ada peningkatan dalam pembangunan. Bukan semakin mundur. Infrastruktur
jalan merupakan hal utama yang harus mendapatkan perhatian dari semua kalangan,
terutama dari pemerintah desa,” harapnya.
Penting diketahui, Dana Desa
(DD) Montorna tahun 2016 diperkirakan mencapai 1,2 miliar lebih. Namun, mungkin masih belum mampu
mengembangkan dan memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah Montorna, sehingga
infrastruktur jalan sangat jelek.
”Pemerintah harus turun, karena di sana (desa Montorna, Red)
bisa dikatakan sebagai desa yang sangat terisolir,” ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syaiful
Bari, dalam sebuah wawancara dengan wartawan di Sumenep. (di/ibn)

KOMENTAR