BERITAFAJAR.co – Salah satu program berupa Kocong tor Cebbing, acara rutin tahunan untuk duta wisata sekaligus pembinaan generasi muda, yan...
BERITAFAJAR.co – Salah satu program berupa Kocong tor Cebbing, acara rutin tahunan untuk duta wisata sekaligus pembinaan generasi muda, yang digelar oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Madura, Jawa Timur. Layak dibubarkan. Sebab, hanya menghabiskan anggaran tetapi tiada konstribusi.
Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, menjelaskan, selama ini program Kacong tor Cebing tidak bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah kabupaten Sumenep, Sehingga lebih baik ditiadakan saja.
”Untuk Disbudparpora, Lebih baik program kacong tor Cebing itu dihapus saja, karena program itu tidak ada kontribusinya kepada Sumenep," ujar Wabup Sumenep, Achmad Fauzi dalam Focus Group Discussion (FGD) (3/4) lalu, di ruang Arya Wiraraja
Dijelaskan, program tersebut hanya berupa kegiatan serimonial saja, karena pasca digelarnya program kacong tor Cebing para juaranya dibiarkan saja.
"Semestinya yang sudah dinobatkan sebagai juara itu dilibatkan bagaimana Sumenep kedepannya terutama dalam program visit 18 ini, bukan setelah menggelar acara langsung dibiarkan begitu saja, sehingga terkesan arah dan tujuannya jadi tidak jelas" pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, menjelaskan, selama ini program Kacong tor Cebing tidak bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah kabupaten Sumenep, Sehingga lebih baik ditiadakan saja.
”Untuk Disbudparpora, Lebih baik program kacong tor Cebing itu dihapus saja, karena program itu tidak ada kontribusinya kepada Sumenep," ujar Wabup Sumenep, Achmad Fauzi dalam Focus Group Discussion (FGD) (3/4) lalu, di ruang Arya Wiraraja
Dijelaskan, program tersebut hanya berupa kegiatan serimonial saja, karena pasca digelarnya program kacong tor Cebing para juaranya dibiarkan saja.
"Semestinya yang sudah dinobatkan sebagai juara itu dilibatkan bagaimana Sumenep kedepannya terutama dalam program visit 18 ini, bukan setelah menggelar acara langsung dibiarkan begitu saja, sehingga terkesan arah dan tujuannya jadi tidak jelas" pungkasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR