body { font: normal normal 12px 'Roboto', sans-serif; color: #000000; background: #FFF none repeat scroll top left; } .header-button { display: block; height: 60px; line-height: 60px; background: #010048; }

$show=home

Mengintip Kampung Ken Dedes, Penuh Sejarah dan Menginspirasi

BERITAFAJAR.co - Kampung Polowijen, dalam Kitab Pararaton dulu di sebut Panawidyan/Panawijen, yang berada di Kota Malang Jawa Timur, mempun...

BERITAFAJAR.co - Kampung Polowijen, dalam Kitab Pararaton dulu di sebut Panawidyan/Panawijen, yang berada di Kota Malang Jawa Timur, mempunyai potensi besar dan kekayaan sejarah panjang dan menjadi daerah yang mengispirasi bagi tumbuhnya peradaban besar di tanah jawa.

Polowijen terkenal dengan daerahnya Ken Dedes yaitu 'ibu' yang melahirkan keturunan para raja-raja besar di tanah Jawa. Bukti mulai dari Petilasan Sumur Windu Ken Dedes, memperkuat keberadaan Ken Dedes disitu dilahirkan.

Batu bata merah yang tersusun dalam struktur bangunan yang masih tertimbun tanah ditengarai sebagai Mandala Empu Purwa seorang Brahmana, ayah dari Ken Dedes . Petilasan Joko Lulo dipercaya sebagai tempat “moksa” ketika pemuda dari Dinoyo yang bernama Joko Lulo tidak berhasil mempersunting Ken Dedes karena diculik Tunggul Ametung, seorang Akuwu dari Tumapel melalui terowongan yang di temukan di rumah warga Polowijen. Ketiga situs itu juga telah ditetapkan oleh Direktorat Cagar Budaya sebagai situs Budaya di Polowijen Kota Malang

Yang tidak kalah menarik, menurut penuturan Yongi Irawan, budayawan dan mantan ketua DKM Kota Malang  dalam kesempatan Sarasehan Kampung Budaya Polowijen mengatakan, keberadaan Makam Mbah Tjondro Suwono yang biasa dipangil sebagai Mbah Reni dengan Julukan Ki Sungging Adi Linuwih, sebagai pencipta/penemu dan penyungging Topeng Malangan pertama kali dan Mbok Gundari adalah anak sekaligus penari Topeng Malangan.

”Beliau semua adalah orang Panawijen yang mengembangkan topengan malangan ke daerah lain seperti Jabung Tumpang, Glagahdowo, Pakisaji dan sekitarnya di Kabupaten Malang. Dengan kekayaan budaya tersebut, kini telah ditetapkan sebagai situs budaya Polowijen oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang,” katanya.

Menurut Penuturan sesepuh asli  Polowijen Suwaji, beberapa kesenian lainnya selain wayang topeng seperti, wayang wong, wayang jedong, wayang kulit, wayang ope, ludruk, pencak silat, bantengan dan terbangan juga pernah berkembang dan lestari di Polowijen.

Potensi lainnya, dahulu Polowijen juga pernah menjadi sentra mebel serta dan kerajinan kayu. Itu makin menegaskan jika Polowijen daerah para pengrajin seni pahat dan topeng. Jika di simpulkan, Polowijen merupakan daerah yang menginspirasi bagi daerah lain, sehingga muncul berbagai ragam seni tradisi kebudayaan serta kerajinan yang membuat daerah-daerah lain bisa ikut berjaya pada masanya.

Kini, lanjutnya, kesadaran masyarakat setempat makin lama makin tumbuh untuk bergiat mengembangkan budaya, seni dan tradisi seiring dengan berbagai macam benturan kebudayaan dan makin pupusnya nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. Kesadaran itu, di bangun atas keperhatinan sosial dimana mengembalikan kampung sebagai entitas budaya dan berharap mampu menjaga kelestarian dan kehidupan bermasyarakat dengan semangat gotong-royong, kelestarian dan keseimbangan alam, lingkungan, seni, tradisi, budaya dan religi melalui pengembangan Kampung Budaya Polowijen yang digagas oleh Isa Wahyudi yang biasa di panggil Ki Demang.

Sementara, Anggota DPRD Kota Malang Erni Farida menyapaikan, pengembangan kampung budaya Polowijen harus mampu membangkitkan Kampung Budaya Polowijen dari aspek sosial, ekonomi, lingkungan, budaya dan religi, kedua, mengembangkan ekonomi kreatif dan kerakyatan melalui program kegiatan Kampung Budaya Polowijen dan ketiga, menjadikan Kampung Budaya Polowijen sebagai destinasi dan daya tarik wisata Kota Malang

Pada Akhir penghujung acara, Ki Demang menyapaikan, pada tanggal 2 April 2017 Kampung Budaya Polowijen akan menyelenggarakan acara Peringatan HUT Kota Malang yang ke 103 sekaligus Peresmian Kampung Budaya Polowijen dengan beberapa agenda diantaranya:

Senam sehat kampung budaya, gerakan menanam 1000 pohon, pameran kriya batik dan topeng, sesekaran mpu topeng malang mbah reni, peletakan batu pertama sasana budaya Mpu Purwa, tari topeng Grebeg Jowo, peresmian Kampung Budaya Polowijen tari topeng Grebeg Sabrang, atraksi Nyi Putut oleh Mbah Yongki Irawan, Terbangan Al Banjari, tari Topeng Gunungsari, Sarasehan Kampung Budaya Polowijen dengan tema Mencari Hari Jadi Polowijen oleh Dr. Dwi Cahyono Arkeolog dari Universitas Negeri Malang. Semoga kegiatan tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. (*)

Pewarta : Andi Tamam

Editor : Ibnu Toha


KOMENTAR

Name

Headline,974,Hikmah,133,Hukum & Kriminal,118,Hukum amp; Kriminal,161,Internasional,26,Kesehatan,50,Madura,123,Nasional,239,Olahraga,46,Pemerintahan,515,Pendidikan,292,Peristiwa,673,Politik,171,Ramadhan,8,Regional,88,Teknologi,43,Wisata,39,
ltr
item
BERITAFAJAR.CO: Mengintip Kampung Ken Dedes, Penuh Sejarah dan Menginspirasi
Mengintip Kampung Ken Dedes, Penuh Sejarah dan Menginspirasi
BERITAFAJAR.CO
https://beritafajarid.blogspot.com/2017/03/mengintip-kampung-ken-dedes-penuh.html
https://beritafajarid.blogspot.com/
https://beritafajarid.blogspot.com/
https://beritafajarid.blogspot.com/2017/03/mengintip-kampung-ken-dedes-penuh.html
true
7048981456069747034
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy