BERITAFAJAR.co - Pengerjaan proyek kelompok masyarakat (Pokmas) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, perlu mendapatkan pengawasan keta...
BERITAFAJAR.co - Pengerjaan proyek kelompok masyarakat (Pokmas) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, perlu mendapatkan pengawasan ketat. Sehingga, hasilnya sesuai dengan harapan dan aturan yang berlaku.
Pengawasan menjadi penting, karena ada sejumlah proyek diduga hanya sebatas dikerjakan tetapi tidak maksimal. Misalnya, pelaksanaan proyek Saluran Air di Kelurahan Karang Dalam, Sampang, yang masih dalam tahap pengerjaan. Semestinya, proyek tersebut ketika dikerjakan tetap mendapatkan pengawasan terutama dari wakil rakyat di DPRD Sampang.
Akibat kurang mendapatkan pengawasan, masyarakat curiga jika proyek tersebut tidak dikerjakan secara maksimal. Kecurigaan masyarakat sekitar semakin kuat ketika melihat bahan material yang di pasang, warnanya agak putih. Itu diduga bahan material yang digunakan campuran dengan pasir lokal.
Meski sebagian masyarakat mengaku banyak tidak tahu proyek itu, milik siapa dan bersumber dana dari mana, tetapi mereka tetap berharap dapat dilaksanakan yang hasilnya tidak mudah rusak sehingga lebih bermanfaat kepada warga sekitar.
Lurah Karang Dalam, Yudianto mengatakan, pekerjaan tersebut merupakan Proyek Pokmas Provinsi Jawa Timur. Namun, dia mengaku tidak mengetahui tentang jumlah anggarannya. Sebab, Yulianto mengaku pernah menandatangani pengajuan Proyek pokmas yang di ajukan oleh salah satu warganya.
”Kegiatan itu, Pokmas Provinsi. Soal pengawasan, tidak pernah mengawasi karena saya tidak mempunyai wewenang apapun. Meski pengawasannya (proyek tersebut, Red) memang lemah," ujar Lurah Karang Dalam, Yudianto ketika ditemui beritaFajar.co Selasa (14/03/17).
Meski tidak mempunyai wewenang, dia berjanji untuk menegur pelaksananya agar menjaga kualitas proyeknya.
"Minimal nanti, saya tegur biar hasilnya lebih bagus. Soalnya, saya tidak mempunyai kewenangan apapun," tandasnya. (*)
Pewarta : Junaidi
Editor : Ibnu Toha
Pengawasan menjadi penting, karena ada sejumlah proyek diduga hanya sebatas dikerjakan tetapi tidak maksimal. Misalnya, pelaksanaan proyek Saluran Air di Kelurahan Karang Dalam, Sampang, yang masih dalam tahap pengerjaan. Semestinya, proyek tersebut ketika dikerjakan tetap mendapatkan pengawasan terutama dari wakil rakyat di DPRD Sampang.
Akibat kurang mendapatkan pengawasan, masyarakat curiga jika proyek tersebut tidak dikerjakan secara maksimal. Kecurigaan masyarakat sekitar semakin kuat ketika melihat bahan material yang di pasang, warnanya agak putih. Itu diduga bahan material yang digunakan campuran dengan pasir lokal.
Meski sebagian masyarakat mengaku banyak tidak tahu proyek itu, milik siapa dan bersumber dana dari mana, tetapi mereka tetap berharap dapat dilaksanakan yang hasilnya tidak mudah rusak sehingga lebih bermanfaat kepada warga sekitar.
Lurah Karang Dalam, Yudianto mengatakan, pekerjaan tersebut merupakan Proyek Pokmas Provinsi Jawa Timur. Namun, dia mengaku tidak mengetahui tentang jumlah anggarannya. Sebab, Yulianto mengaku pernah menandatangani pengajuan Proyek pokmas yang di ajukan oleh salah satu warganya.
”Kegiatan itu, Pokmas Provinsi. Soal pengawasan, tidak pernah mengawasi karena saya tidak mempunyai wewenang apapun. Meski pengawasannya (proyek tersebut, Red) memang lemah," ujar Lurah Karang Dalam, Yudianto ketika ditemui beritaFajar.co Selasa (14/03/17).
Meski tidak mempunyai wewenang, dia berjanji untuk menegur pelaksananya agar menjaga kualitas proyeknya.
"Minimal nanti, saya tegur biar hasilnya lebih bagus. Soalnya, saya tidak mempunyai kewenangan apapun," tandasnya. (*)
Pewarta : Junaidi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR