BERITAFAJAR.co - Sejak tiga pekan lebih, cuaca buruk menyebabkan harga ikan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, Madura, Jaw...
BERITAFAJAR.co - Sejak tiga pekan lebih, cuaca buruk menyebabkan harga ikan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalami kenaikan yang cukup drastis.
Kenaikan harga ikan di Sumenep diperkirakan mencapai 40 persen dari harga normal. Kenaikan itu, diduga akibat kurangnya pasokan ikan dari nelayan selama cuaca buruk berlangsung di wilayah Sumenep.
Berdasarkan penelusuran Berita Fajar di Pasar Tradisional Kecamatan Bluto, harga ikan tongkol dengan ukuran besar, semula harganya Rp 6 ribu. Tetapi, kini bisa menapai Rp 10 ribu bahkan lebih per ekor.
”kenaikan harga ikan mungkin karena kurang pasokan ikan selama cuaca buruk berlangsung. Sebab para nelayan tengah menganggur dan tidak bisa beraktivitas melakukan penangkapan ikan,” ujar Ani, salah satu pedagang setempat.
Menurutnya, minimnya pasokan sedangkan permintaan banyak, mengakibatkan harga ikan mengalami kenaikan. Ikan menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat, karena ketika makan tidak ada ikannya, akan terasa kurang.
Sementara itu, salah satu pembeli, Zainullah mengaku, terpaksa mengeluarkan anggaran lebih untuk membeli kebutuhan pokok seperti kebutuhan membeli ikan untuk dikonsumsi sehari-hari.
Sekedar diketahui, wilayah Sumenep saat ini tengah dilanda cuaca buruk dengan ketinggian ombak mencapai tiga hingga empat meter. Akibatnya aktivitas nelayan lumpuh total. Bahkan, pelayaran menuju kepulauan Sumenep, juga ikut lumpuh karena tidak ada kapal berani berangkat. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Kenaikan harga ikan di Sumenep diperkirakan mencapai 40 persen dari harga normal. Kenaikan itu, diduga akibat kurangnya pasokan ikan dari nelayan selama cuaca buruk berlangsung di wilayah Sumenep.
Berdasarkan penelusuran Berita Fajar di Pasar Tradisional Kecamatan Bluto, harga ikan tongkol dengan ukuran besar, semula harganya Rp 6 ribu. Tetapi, kini bisa menapai Rp 10 ribu bahkan lebih per ekor.
”kenaikan harga ikan mungkin karena kurang pasokan ikan selama cuaca buruk berlangsung. Sebab para nelayan tengah menganggur dan tidak bisa beraktivitas melakukan penangkapan ikan,” ujar Ani, salah satu pedagang setempat.
Menurutnya, minimnya pasokan sedangkan permintaan banyak, mengakibatkan harga ikan mengalami kenaikan. Ikan menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat, karena ketika makan tidak ada ikannya, akan terasa kurang.
Sementara itu, salah satu pembeli, Zainullah mengaku, terpaksa mengeluarkan anggaran lebih untuk membeli kebutuhan pokok seperti kebutuhan membeli ikan untuk dikonsumsi sehari-hari.
Sekedar diketahui, wilayah Sumenep saat ini tengah dilanda cuaca buruk dengan ketinggian ombak mencapai tiga hingga empat meter. Akibatnya aktivitas nelayan lumpuh total. Bahkan, pelayaran menuju kepulauan Sumenep, juga ikut lumpuh karena tidak ada kapal berani berangkat. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR