BERITAFAJAR.co - Penyakit hepatitis merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Bahkan penyakit ini lebih berbahaya diba...
BERITAFAJAR.co - Penyakit hepatitis merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Bahkan penyakit ini lebih berbahaya dibanding HIV/AIDS, namun penyakit hepatitis ini tidak disadari oleh kebanyakan orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, dr. A Fatoni mengatakan, penyakit itu lebih berbahaya dari HIV. Sebab, itu merupakan penyakit yang bisa menyebar dalam waktu singkat dari penderita ke orang-orang di sekitarnya.
”Masyarakat belum banyak mengetahui tentang tingkat berbahanya penyakit hepatitis dibanding HIV. HIV dianggap lebih berbahaya daripada hepatitis. Padahal sebaliknya, virus hepatitis lebih berbahaya dari virus HIV. Bahkan risiko terinfeksi virus hepatitis itu jauh lebih tinggi dibanding HIV," ujar Kadinkes Sumenep, dr Fatoni, Senin, (23/1/2017)
Lantas, apa yang membuat virus ini sedemikian berbahaya? Menurut mantan Kepala Puskesmas Rubaru ini, hal tersebut dikarenakan sebarannya sangat tinggi. Sementara masyarakat tidak tahu siapa saja di sekelilingnya yang mengidap hepatitis.
"Penderitanya sendiri tak jarang juga tidak menyadari kalau mereka sudah terinfeksi. Ini sangat berbahaya karena dampak terburuk dari virus ini bisa mengakibatkan penyakit liver," paparnya.
Penularan hepatitis sendiri, lanjutnya, terkadang terjadi antara orang dengan orang. Melalui beberapa medium, di antaranya transfusi darah. Jarum suntik yang digunakan lebih dari satu orang dan berhubungan seksual dengan seorang yang mengidap hepatitis.
"Penularan yang berisiko tertinggi lewat darah. Baik itu transfusi, jarum suntik, maupun luka terbuka. Termasuk juga air keringat, air kencing dan BAB," sambung Fatoni.
Sementara itu, untuk memastikan bahwa seseorang menderita penyakit hepatitis hanya dengan cara tes atau pemeriksaan medis.
"Harus dites, apabila memang mengidap penyakit liver dengan gejala awalnya hepatitis, jangan sungkan untuk memulai pengobatan secepatnya dan melakukan pola hidup sehat," katanya.
Cara mudah yang bisa dilakukan agar terhindar dari penularan penyakit ini, ialah tidak terlalu dekat dengan penderita penyakit tersebut.
"Kebiasaan kita, kalau ada orang sakit kita tidak membatasi diri, sehingga lebih rentan dan mudah tertular. Jadi jagalah jarak dengan orang yang sedang sakit (hepatitis). Toh walaupun itu keluarga kita," sarannya menutup pembicaraan. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, dr. A Fatoni mengatakan, penyakit itu lebih berbahaya dari HIV. Sebab, itu merupakan penyakit yang bisa menyebar dalam waktu singkat dari penderita ke orang-orang di sekitarnya.
”Masyarakat belum banyak mengetahui tentang tingkat berbahanya penyakit hepatitis dibanding HIV. HIV dianggap lebih berbahaya daripada hepatitis. Padahal sebaliknya, virus hepatitis lebih berbahaya dari virus HIV. Bahkan risiko terinfeksi virus hepatitis itu jauh lebih tinggi dibanding HIV," ujar Kadinkes Sumenep, dr Fatoni, Senin, (23/1/2017)
Lantas, apa yang membuat virus ini sedemikian berbahaya? Menurut mantan Kepala Puskesmas Rubaru ini, hal tersebut dikarenakan sebarannya sangat tinggi. Sementara masyarakat tidak tahu siapa saja di sekelilingnya yang mengidap hepatitis.
"Penderitanya sendiri tak jarang juga tidak menyadari kalau mereka sudah terinfeksi. Ini sangat berbahaya karena dampak terburuk dari virus ini bisa mengakibatkan penyakit liver," paparnya.
Penularan hepatitis sendiri, lanjutnya, terkadang terjadi antara orang dengan orang. Melalui beberapa medium, di antaranya transfusi darah. Jarum suntik yang digunakan lebih dari satu orang dan berhubungan seksual dengan seorang yang mengidap hepatitis.
"Penularan yang berisiko tertinggi lewat darah. Baik itu transfusi, jarum suntik, maupun luka terbuka. Termasuk juga air keringat, air kencing dan BAB," sambung Fatoni.
Sementara itu, untuk memastikan bahwa seseorang menderita penyakit hepatitis hanya dengan cara tes atau pemeriksaan medis.
"Harus dites, apabila memang mengidap penyakit liver dengan gejala awalnya hepatitis, jangan sungkan untuk memulai pengobatan secepatnya dan melakukan pola hidup sehat," katanya.
Cara mudah yang bisa dilakukan agar terhindar dari penularan penyakit ini, ialah tidak terlalu dekat dengan penderita penyakit tersebut.
"Kebiasaan kita, kalau ada orang sakit kita tidak membatasi diri, sehingga lebih rentan dan mudah tertular. Jadi jagalah jarak dengan orang yang sedang sakit (hepatitis). Toh walaupun itu keluarga kita," sarannya menutup pembicaraan. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR