BERITAFAJAR.co – Tas ransel yang diletakkan di halaman Mapolsek Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, oleh orang tidak dikenal yan...
BERITAFAJAR.co – Tas ransel yang diletakkan di halaman Mapolsek Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, oleh orang tidak dikenal yang mengaku berasal dari Malang, mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan.
Ratusan warga terus berdatangan ingin setelah mendapatkan kabar, jika di Mapolsek Gapura terdapat bom. Bahkan, setelah Polres Sumenep melakukan koordinasi, Tim Gegana Brimob Polda Jawa Timur yang ada di Pamekasan turun ke lokasi.
Pasukan penjinak bahan peledak ini tiba di lokasi Mapolsek Gapura sekitar pukul 13.30 WIB Rabu (4/1/2016). Tidak perlu memakan waktu lama, pasukan bersenjata lengkap itu langsung meledakkan tas hitam diduga bom itu.
Proses peledakan itu, tidak dilaksanakan di halaman Mapolsek. Tetapi, diletakkan di lahan kosong tepat di belakang Mapolsek tersebut. Kala itu, terdengar dua kali ledakan. Namun, berlangsung aman karena kekuatan getarannya tidak menimbulkan retakan apapun.
Kapolres Sumenep, AKBP H. Joseph Ananta Pinora mengatakan, setelah proses tersebut kondisi sudah sudah aman. Sebab, tas hitam yang diduga berisi bahan peledak sudah diledakkan oleh tim gegana Barimob Polda Jatim.
”Kalau hasilnya seperti apa, akan dilakukan identifikasi oleh Tim Brimob,” kata Kapolres Sumenep, AKBP H. Joseph Ananta Pinora, Rabu (4/1/2017).
Menurutnya, dalam proses peledakan tidak ada masyarakat mendekat. Bahkan, anggota Polres Sumenep sendiri tidak boleh sehingga proses peledakan dilakukan oleh tim penjinak bom Brimob Polda Jatim.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah tas berwarna hitam ditemukan di halaman Mapolsek Gapura, Sumenep, Jawa Timur, Rabu (4/12/2016). Diduga, tas hitam tersebut berisi bom yang diletakkan di halaman Mapolsek.
Kecurigaan semakin kuat karena pemilik tas yang datang ke Mapolsek Gapura, sudah pergi tanpa pamit dan meinggalkan tas di halaman Mapolsek setempat. Informasinya, tamu tersebut berasal dari Kabupaten Malang. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
Ratusan warga terus berdatangan ingin setelah mendapatkan kabar, jika di Mapolsek Gapura terdapat bom. Bahkan, setelah Polres Sumenep melakukan koordinasi, Tim Gegana Brimob Polda Jawa Timur yang ada di Pamekasan turun ke lokasi.
Pasukan penjinak bahan peledak ini tiba di lokasi Mapolsek Gapura sekitar pukul 13.30 WIB Rabu (4/1/2016). Tidak perlu memakan waktu lama, pasukan bersenjata lengkap itu langsung meledakkan tas hitam diduga bom itu.
Proses peledakan itu, tidak dilaksanakan di halaman Mapolsek. Tetapi, diletakkan di lahan kosong tepat di belakang Mapolsek tersebut. Kala itu, terdengar dua kali ledakan. Namun, berlangsung aman karena kekuatan getarannya tidak menimbulkan retakan apapun.
Kapolres Sumenep, AKBP H. Joseph Ananta Pinora mengatakan, setelah proses tersebut kondisi sudah sudah aman. Sebab, tas hitam yang diduga berisi bahan peledak sudah diledakkan oleh tim gegana Barimob Polda Jatim.
”Kalau hasilnya seperti apa, akan dilakukan identifikasi oleh Tim Brimob,” kata Kapolres Sumenep, AKBP H. Joseph Ananta Pinora, Rabu (4/1/2017).
Menurutnya, dalam proses peledakan tidak ada masyarakat mendekat. Bahkan, anggota Polres Sumenep sendiri tidak boleh sehingga proses peledakan dilakukan oleh tim penjinak bom Brimob Polda Jatim.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah tas berwarna hitam ditemukan di halaman Mapolsek Gapura, Sumenep, Jawa Timur, Rabu (4/12/2016). Diduga, tas hitam tersebut berisi bom yang diletakkan di halaman Mapolsek.
Kecurigaan semakin kuat karena pemilik tas yang datang ke Mapolsek Gapura, sudah pergi tanpa pamit dan meinggalkan tas di halaman Mapolsek setempat. Informasinya, tamu tersebut berasal dari Kabupaten Malang. (*)
Pewarta : Ibnu Toha
KOMENTAR