BERITAFAJAR.co - Maraknya berita palsu, fitnah, dan provokasi permusuhan khususnya melalui media sosial, menjadi keprihatinan Ketua Umum P...
BERITAFAJAR.co - Maraknya berita palsu, fitnah, dan provokasi permusuhan khususnya melalui media sosial, menjadi keprihatinan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Sehingga, pihaknya mengimbau seluruh mengguna internet berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi yang diterima.
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyinggung soal konflik di Timur Tengah, terutama di Suriah, belakangan ini. Dengan memutarbalikkan fakta, para penyebar berita palsu hendak membawa ketegangan di sana ke Indonesia lewat sentiment aliran agama.
Menurut Guru besar ilmu tasawuf UIN Sunan Ampel ini lalu mengutip Surat al-Hujurat ayat 6 yang memerintahkan kaum mukmin untuk memeriksa dengan teliti (tabayun) berita yang datang dari orang fasik.
“Supaya apa? Agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu,” tambahnya meneruskan terjemahan potongan ayat, Senin (2/1/2016), di Jakarta.
Kiai Said, demikian ia biasa dipanggil, berpendapat bahwa konflik di Timur Tengah adalah dampak dari masih belum matangnya integrasi antara nasionalisme dan ajaran agama. Di samping pula kepentingan politik dan ekonomi yang menjadi pemicu utama terhadinya krisis di Timur Tengah.
Dia mengatakan, keharmonisan hubungan antara nasionalisme dan ajaran agama di Indonesia merupakan sesuatu yang harus disyukuri. Karena itu, sudah menjadi kewajiban seluruh warga untuk merawatnya dari rongrongan berbagai pihak yang tak ingin Indonesia utuh.
Pewarta : Mahbib
Sumber : NU Online
KOMENTAR