BERITAFAJAR.co - Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mandala IV, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Madura, Jawa Timur, benar-benar mengk...
BERITAFAJAR.co - Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mandala IV, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Madura, Jawa Timur, benar-benar mengkhawatirkan. Sebab, ruang kelas hampir roboh dan tidak layak digunakan.
Pantauan Beritafajar.co, Jumat (20/1/2016), kondisi gedung sekolah sudah tidak layak ditempati untuk siswa belajar. Buktinya, pada bagian teras depan dari gedung sekolah itu sudah terlihat bolong-bolong, plafon sudah rusak dan terlihat miring.
Sementara, lantai yang terbuat dari kramik dari ruang kelas, retak-retak dan mengelupas bahkan gedung di ruang kelas itu, harus diberi penyangga berupa bambu. Ada tiga bambu yang di tempatkan di ruang kelas sebagai penyangga. (BACA JUGA : Jarang Diketahui Tiga Manfaat Anak Laki-Laki Main Boneka)
Salah satu siswa, Rohilah mengatakan, ketakutan karena kondisi ruang kelas yang sudah rusak parah dan membahayakan. Jika tidak segera diperbaiki, bisa ambruk dan tidak bisa ditempati lagi.
"Sebenarnya saya takut barada di ruang kelas ini paak, karena kondisinya sudah hampir roboh. Kami berharap bisa gera diperbaiki agar enak saat sekolah," ujar Rohilah, dengan mata sambil memandang ke atap ruang kelas yang bolong.
Sementara, salah satu guru di SDN Mandala iv, Edi Suyitno mengatakan, kegiatan belajar mengajar memang sengaja ditempatkan di ruang kelas tersebut karena tidak ada tempat lain yang layak untuk siswa belajar.
"Kami tidak memiliki ruang kelas lain. Sebenarnya, kami sudah mengajukan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep. Tapi, sampai sekarang masih belum ada tanggapan dari dinas,” terangnya.
Pihaknya berharap, pemerintah daerah terutama Dinas Pendidikan Sumenep memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah tersebut. Alasannya, kemajuan sebuah lembaga pendidikan harus didukung dengan fasilitas memadai. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Pantauan Beritafajar.co, Jumat (20/1/2016), kondisi gedung sekolah sudah tidak layak ditempati untuk siswa belajar. Buktinya, pada bagian teras depan dari gedung sekolah itu sudah terlihat bolong-bolong, plafon sudah rusak dan terlihat miring.
Sementara, lantai yang terbuat dari kramik dari ruang kelas, retak-retak dan mengelupas bahkan gedung di ruang kelas itu, harus diberi penyangga berupa bambu. Ada tiga bambu yang di tempatkan di ruang kelas sebagai penyangga. (BACA JUGA : Jarang Diketahui Tiga Manfaat Anak Laki-Laki Main Boneka)
Salah satu siswa, Rohilah mengatakan, ketakutan karena kondisi ruang kelas yang sudah rusak parah dan membahayakan. Jika tidak segera diperbaiki, bisa ambruk dan tidak bisa ditempati lagi.
"Sebenarnya saya takut barada di ruang kelas ini paak, karena kondisinya sudah hampir roboh. Kami berharap bisa gera diperbaiki agar enak saat sekolah," ujar Rohilah, dengan mata sambil memandang ke atap ruang kelas yang bolong.
Sementara, salah satu guru di SDN Mandala iv, Edi Suyitno mengatakan, kegiatan belajar mengajar memang sengaja ditempatkan di ruang kelas tersebut karena tidak ada tempat lain yang layak untuk siswa belajar.
"Kami tidak memiliki ruang kelas lain. Sebenarnya, kami sudah mengajukan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep. Tapi, sampai sekarang masih belum ada tanggapan dari dinas,” terangnya.
Pihaknya berharap, pemerintah daerah terutama Dinas Pendidikan Sumenep memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah tersebut. Alasannya, kemajuan sebuah lembaga pendidikan harus didukung dengan fasilitas memadai. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR