BERITAFAJAR.co - Puluhan warga Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, Sumenep, mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sumen...
BERITAFAJAR.co - Puluhan warga Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, Sumenep, mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (22/12/2016). Mereka meminta kejelasan desanya terkait pemilihan antar waktu (PAW) yang hingga saat ini belum terlaksana.
Mereka menilai, gagalnya pelaksanaan PAW hingga dua kali, dikarenakan ulah Kepala Dusun yang tidak bisa memberikan kebijakan yang jelas dalam menjalankan tugasnya. Sehingga warga mendatangi pemkab untuk meminta kebijakan dalam pelaksanaan PAW.
"Pemerintah sebenarnya sudah mengetahui bahwa gagalnya PAW itu karena ulah Kadus, namun pemerintah terkesan membiarkan saja"ungkap Suryanto, salah warga yang mendatangi pemkab Sumenep.
Walaupun pemerintah terus menerus akan membentuk panitia baru, namun ulah kadus itu dibiarkan dan tidak ada tindakan dari pemerintah setempat itu, sama halnya pemerintah Sumenep membiarkan desa dipermainkan.
"Seharusnya pemerintah lebih cerdas dalam menyikapi kondisi ini, bukan cuma nunggu dan nunggu terus, seharusnya pemerintah terkait ambil sikap terhadap ulah kadus" ucapnya.
Sementara itu, Kabag Pemdes Setkab Sumenep, Alidafir mengatakan, dirinya belum bisa memberikan kepastian. Saat ini dirinya masih menunggu hasil evaluasi yang dilakukan oleh camat Ambunten.
"Kami masih menunggu hasil rapat dari bawah. Nanti hasil evaluasi akan kami ajukan kepada Bupati," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
Mereka menilai, gagalnya pelaksanaan PAW hingga dua kali, dikarenakan ulah Kepala Dusun yang tidak bisa memberikan kebijakan yang jelas dalam menjalankan tugasnya. Sehingga warga mendatangi pemkab untuk meminta kebijakan dalam pelaksanaan PAW.
"Pemerintah sebenarnya sudah mengetahui bahwa gagalnya PAW itu karena ulah Kadus, namun pemerintah terkesan membiarkan saja"ungkap Suryanto, salah warga yang mendatangi pemkab Sumenep.
Walaupun pemerintah terus menerus akan membentuk panitia baru, namun ulah kadus itu dibiarkan dan tidak ada tindakan dari pemerintah setempat itu, sama halnya pemerintah Sumenep membiarkan desa dipermainkan.
"Seharusnya pemerintah lebih cerdas dalam menyikapi kondisi ini, bukan cuma nunggu dan nunggu terus, seharusnya pemerintah terkait ambil sikap terhadap ulah kadus" ucapnya.
Sementara itu, Kabag Pemdes Setkab Sumenep, Alidafir mengatakan, dirinya belum bisa memberikan kepastian. Saat ini dirinya masih menunggu hasil evaluasi yang dilakukan oleh camat Ambunten.
"Kami masih menunggu hasil rapat dari bawah. Nanti hasil evaluasi akan kami ajukan kepada Bupati," tegasnya. (*)
Pewarta : Ahmadi
Editor : Ibnu Toha
KOMENTAR